Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya Mr Hansen yang berasala dari USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Hans biasanya dipanggil seperti itu.
Cerita Sex Terpanas - Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.
Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Julia yang berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Hansen melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Julia dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Hansen sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.
Suatu hari Hansen mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.
“An, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Julia juga, sekalian makan malam”.
“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.
Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Julia. Pada mulanya Julia agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Hansen dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Julia mau juga pergi.
“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”
“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.
Kalau melihat Julia, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.
Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Hansen yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku mengenakan kemeja batik, sementara Julia memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun.
Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.
“Oh Andreas dan Julia yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Sarah istrinya Hansen”
Ternyata Sarah badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Hansen. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Julia istriku”. mau dapat bonus setiap hari?
Setelah Julia berkenalan dengan Sarah, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Hansen mengajakku ke teras balkon apartemennya.
“Gini lho An.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu”.
“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.
Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar. Senyum Hansen segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.
“Eh An.., gimana Sarah menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.
“Seksi nggak?”.
“Lha.., ya.., jelas dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Sarah untuk kamu gimana?”.
Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Hansen melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Julia dan Sarah pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!”.
Membayangkan tampang dan badan Sarah aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Julia dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Hansen telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Julia sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.
Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!”.
“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Hansen.
“Kalau Sarah sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Sarah itu.
Kemudian lanjut Hansen meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.
“Nanti minuman Julia aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, saya agak terkejut juga, apakah Hansen akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Julia? Wah kalau begitu tidak rela aku.
Aku setuju asal Julia mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Hansen cepat-cepat menambahkan,
“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Sarah ya, Julia di sampingku”.Cerita Sex Dewasa
Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Hansen. Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar.
Melihat tanda-tanda itu, Hansen mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Julia, “Jul.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Julia, Hansen segera berdiri, menarik kursi Julia dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.
Aku ingin mengikuti mereka tapi Sarah segera memegang tanganku.
“An, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Hansen mulai bergerilya di pundak dan punggung
Julia, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.
Sementara Julia kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Hansen yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.
Sarah kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut.
Terlihat tindakan Hansen semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan
kancing kemeja batik Julia hingga kancing terakhir. BH Julia segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.
Kelihatan mata Julia terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,
“Apakah Julia telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Hansen?, atau apakah Julia pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Hansen?”.
Julia tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Julia seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan
Hansen dikulitnya dan ciuman nafsu Hansenpun disambutnya dengan gairah, Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Hansen yang sedang duduk di sampingku.
Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Sarah, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil.
Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Sarah yang mungil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.
Sementara itu di ruang sebelah, Hansen telah meningkatkan aksinya terhadap Julia, terlihat Julia telah dibuat polos oleh Hansen dan terbaring lunglai di sofa. Badan Julia yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Hansen.
Kemudian Hansen menarik Julia berdiri, dengan Hansen tetap di belakangnya, kedua tangan Hansen menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Julia, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.
Menunjukan Julia menikmati benar permainan dari Hansen terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Hansen berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Hansen meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Julia yang bersandar lemas pada badan Hansen, bergetar dengan hebat.
Saat itu juga tangan Sarah telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri.
Setelah Sarah selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.
Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Hansen, tentu aku kalah jauh dan kalau aku langsung main tusuk saja, tentu Sarah tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain.
Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.
Kududukkan Sarah kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.
Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Sarah berteriak-teriak keenakan dengan suara keras,
” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Julia terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,
“Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Hansen pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Julia sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Hansen sedang berjongkok diantara kedua paha Julia yang sudah terpentang dengan lebar.
Kepalanya terbenam diantara kedua paha Julia yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Hansen sedang mengaduk-aduk kemaluan Julia yang mungil itu. Terlihat badan Julia menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Hansen dengan kuat. ‘’
Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Sarah yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan,
“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot penisku.
“Aahh.., An.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Sarah menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme. bandar poker terpercaya
Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.
Ketika aku menengok ke arah Hansen dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Julia kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Julia bersandar pada sandaran sofa.
Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Hansen. Hansen mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Julia yang telah terpentang lebar.
Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Hansen yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.
Terlihat Hansen memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Julia yang sudah sedikit terbuka, terlihat Julia dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Hansen yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.
Kedua tangan Julia kelihatan mencoba menahan badan Hansen dan badan Julia terlihat agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Hansen pada bibir vaginanya.
Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Julia dan tangan kirinya tetap menuntun penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Julia, sambil mencium telinga kiri Julia, terdengar Hansen berkata perlahan,
“Juull.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Julhanya menggeleng- geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Hansen itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.
Hansen, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang telah basah itu, biarpun kedua tangan Julia tetap mencoba menahan tekanan badan Hansen. Mungkin, entah karena tusukan penis Hansen yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over size, langsung saja Julia berteriak kecil,
“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Julia yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.
Kepala penis Hansen yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Julia, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Hansen, sehingga belahan kemaluan Julia terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Hansen itu.Bandar bola online
Kedua bibir kemaluan Julia tertekan masuk begitu juga clitoris Julia turut tertarik ke dalam akibat besarnya kemaluan Hansen.
Hansen menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Jul.., saya sudah menyakitimu.., maaf yaa.., Juull!”. “aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.
Julia mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungung Hansen.
“Juull.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Julia masih merasa sakit”, sahut Hansen dan tanpa menunggu jawaban Julia, segera saja Hansen melanjutkan penyelaman penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.
Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Julia, terlihat muka Julia meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.
Terdengar Hansen bertanya lagi, “Juull.., sakit.., yaa?”, Julia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil kedua tangannya meremas bahu Hansen dan Hansen segera kembali menekan penisnya lebih dalam, masuk ke dalam lubang kemaluan Julia.
Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika penis Hansen telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Julia, terlihat Julia telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Hansen.
Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Hansen menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah Julia meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar,
Tetapi karena Julia tidak mengeluh maka Hansen meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,
“Blees”, Hansen menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Julia rapat-rapat pada sofa.
Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Julia, “Aduuh”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Hansen di dalam kemaluannya.
Hansen mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Julia sejenak, agar tidak menambah sakit Julia sambil bertanya lagi,
“Juull.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Julia dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, bandar judi online
“aagghh.., kit!”, lalu Hansen mencium wajah Julia dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat Hansen bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Julia dalam pelukannya.
Tak selang lama kemudian terlihat badan Julia bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang,
“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Julia bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Hansen, Julia mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Julia terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Hansen yang masih tetap berayun-ayun itu.
Suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.
“An.., ayo aku mau kamu”, suara Sarah penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Sarah sama dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan Sarah masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Sarah pada saat rudalku hendak menerobos masuk.
“Sar.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aagghh”, mata Sarah terpejam, sementara bibirnya digigit.
Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Sarah setiap aku menyodokkan penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.
“Ahh.., ahh”, Sarah makin keras teriakannya.
“Ayo An.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.
Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Sar.., boleh di dalam.., yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.
“mm..” Kaki Sarah kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Sarah juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.
“Nih.., Sar.., terima yaa”. Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Sarah dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Sarah.
Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Sarah, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga vagina Sarah, tiba-tiba badan Sarah bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, bandar sabung ayam
“..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Sarah juga mengalami orgasme dengan dahsyat.
Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kami alami.
Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Sarah. Dengan isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping Sarah.
Kini kami menyaksikan bagaimana Hansen sedang mempermainkan Julia, yang terlihat tubuh mungilnya telah lemas tak berdaya dikerjain Hansen, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Hansen terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.
Mulai saat ini Hansen mengerjai Julia dengan sangat brutal dan kasar. Julia benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Hansen menyakiti Julia, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Julia ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Julia atas apa yang dilakukan oleh Hansen terhadapnya.
Hansen mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Julia berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Julia ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Julia sambil memegang belakang kepala Julia.
Dia membantu kepala Julia bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut Julia. Kelihatan Julia telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh Hansen, hal ini dilakukan Hansen kurang lebih 5 menit lamanya.
Hansen kemudian berdiri dan mengangkat Julia, sambil berdiri Hansen memeluk badan Julia erat-erat. Kelihatan tubuh Julia terkulai lemas dalam pelukan Hansen yang ketat itu. Tubuh Julia digendong sambil kedua kaki Julia melingkar pada perut Hansen dan langsung Hansen memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Julia.
Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Julia terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Hansen menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Julia terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Hansen.
Kaki Julia terlihat merangkul pinggang Hansen, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Hansen. Hansen berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Julia. Pantat Julia terlihat merekah dan tiba-tiba Hansen memasukkan jarinya ke lubang pantat Julia.
“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Hansen, badan Julia terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Hansen. Suatu pemandangan yang sangat seksi. agen judi online terpercaya
Ketika Hansen merasa capai, Julia diturunkan dan Hansen duduk pada sofa. Julia diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Julia terkangkang di samping paha Hansen dan Hansen memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia dari bawah.
Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Hansen memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Julia yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Hansen menyentuh paha Julia.
Kedua tangan Hansen memegang pinggang Julia dan membantu Julia memompa penis Hansen secara teratur, setiap kali penis Hansen masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis
Hansen. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.
Kemudian Hansen mendorong Julia tertelungkup pada sofa dengan pantat Julia agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Hansen akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Julia.Cerita Sex Dewasa
Dari belakang pantat Julia, Hansen menempatkan penisnya diantara belahan pantat Julia dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina Julia dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina Julia.
Jari jempol tangan kiri Hansen dimasukkan ke dalam lubang pantat. Julia setengah berteriak,
“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Hansen yang dahsyat itu. Badan Julia dicoba ditarik ke depan, tapi Hansen tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Julia dan mengikuti arah badan Julia bergerak. bandar Judi bola terpercaya
Julia benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Hansen mencapai payudara Julia dan mulai meremas-remasnya.
Tak lama kemudian badan Julia bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar,
“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Julia mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Hansen mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Julia, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan Julia dari belakang.
Sementara badan Julia bergetar-getar dalam orgasmenya, Hansen sambil tetap menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya yang berada di dalam lubang vagina Julia ikut berputar-putar mengebor liang vagina Julia sampai ke sudut-sudutnya.
Setelah badan Julia agak tenang, Hansen mencabut penisnya dan menjilat vagina Julia dari belakang.
Vagina Julia dibersihkan oleh lidah Hansen. Kemudian badan Julia dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Hansen memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Julia ikut aktif membantu memasukkan penis Hansen ke vaginanya.
Kaki Julia diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Hansen. Hansen terus menerus memompa vagina Julia.
Badan Julia yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Hansen, yang terlihat oleh saya hanya pantat dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Hansen.
Kadang-kadang terlihat tangan Julia meraba dan meremas pantat Hansen, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Hansen.
Gerakan pantat Hansen bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Julia, tiba-tiba,
“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
Hansen menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Julia ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Julia. casino online terpercaya
Pantat Hansen terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Julia, sambilkedua tangannya mendekap badan Julia erat-erat. Dari mulut Julia terdengar suara keluhan, “Sssh..,sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.
Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Hansen kemudian merebahkan diri di atas badan Julia yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Julia. Julia melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.
Aku tidak bisa melihat ekspresi Hansen karena terhalang olah tubuh Julia. Yang jelas dari sela-sela selangkangan Julia mengalir cairan mani. Kemudian Juliapun seperti kebiasaan kami membersihkan penis
Hansen dengan mulutnya, itu membuat Hansen mengelinjang keenakan.
Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.-
Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET
Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya Mr Hansen yang berasala dari USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Hans biasanya dipanggil seperti itu.
Cerita Sex Terpanas Bertukar Ngentot Istri Dengan Bossku
Cerita Sex Terpanas - Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.
Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Julia yang berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Hansen melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Julia dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Hansen sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.
Suatu hari Hansen mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.
“An, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Julia juga, sekalian makan malam”.
“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.
Baca Juga : Cerita Sex Terpanas Ketagihan Ngentot Setelah di Jual Oleh Temanku
Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Julia. Pada mulanya Julia agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Hansen dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Julia mau juga pergi.
“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”
“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.
Kalau melihat Julia, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.
Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Hansen yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku mengenakan kemeja batik, sementara Julia memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun.
Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.
“Oh Andreas dan Julia yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Sarah istrinya Hansen”
Ternyata Sarah badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Hansen. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Julia istriku”. mau dapat bonus setiap hari?
Setelah Julia berkenalan dengan Sarah, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Hansen mengajakku ke teras balkon apartemennya.
“Gini lho An.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu”.
“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.
Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar. Senyum Hansen segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.
“Eh An.., gimana Sarah menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.
“Seksi nggak?”.
“Lha.., ya.., jelas dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Sarah untuk kamu gimana?”.
Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Hansen melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Julia dan Sarah pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!”.
Membayangkan tampang dan badan Sarah aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Julia dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Hansen telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Julia sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.
Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!”.
“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Hansen.
“Kalau Sarah sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Sarah itu.
Kemudian lanjut Hansen meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.
“Nanti minuman Julia aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, saya agak terkejut juga, apakah Hansen akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Julia? Wah kalau begitu tidak rela aku.
Aku setuju asal Julia mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Hansen cepat-cepat menambahkan,
“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Sarah ya, Julia di sampingku”.Cerita Sex Dewasa
Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Hansen. Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar.
Melihat tanda-tanda itu, Hansen mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Julia, “Jul.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Julia, Hansen segera berdiri, menarik kursi Julia dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.
Aku ingin mengikuti mereka tapi Sarah segera memegang tanganku.
“An, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Hansen mulai bergerilya di pundak dan punggung
Julia, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.
Sementara Julia kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Hansen yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.
Sarah kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut.
Terlihat tindakan Hansen semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan
kancing kemeja batik Julia hingga kancing terakhir. BH Julia segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.
Kelihatan mata Julia terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,
“Apakah Julia telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Hansen?, atau apakah Julia pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Hansen?”.
Julia tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Julia seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan
Hansen dikulitnya dan ciuman nafsu Hansenpun disambutnya dengan gairah, Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Hansen yang sedang duduk di sampingku.
Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Sarah, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil.
Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Sarah yang mungil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.
Sementara itu di ruang sebelah, Hansen telah meningkatkan aksinya terhadap Julia, terlihat Julia telah dibuat polos oleh Hansen dan terbaring lunglai di sofa. Badan Julia yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Hansen.
Kemudian Hansen menarik Julia berdiri, dengan Hansen tetap di belakangnya, kedua tangan Hansen menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Julia, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.
Menunjukan Julia menikmati benar permainan dari Hansen terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Hansen berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Hansen meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Julia yang bersandar lemas pada badan Hansen, bergetar dengan hebat.
Saat itu juga tangan Sarah telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri.
Setelah Sarah selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.
Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Hansen, tentu aku kalah jauh dan kalau aku langsung main tusuk saja, tentu Sarah tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain.
Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.
Kududukkan Sarah kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.
Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Sarah berteriak-teriak keenakan dengan suara keras,
” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Julia terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,
“Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Hansen pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Julia sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Hansen sedang berjongkok diantara kedua paha Julia yang sudah terpentang dengan lebar.
Kepalanya terbenam diantara kedua paha Julia yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Hansen sedang mengaduk-aduk kemaluan Julia yang mungil itu. Terlihat badan Julia menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Hansen dengan kuat. ‘’
Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Sarah yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan,
“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot penisku.
“Aahh.., An.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Sarah menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme. bandar poker terpercaya
Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.
Ketika aku menengok ke arah Hansen dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Julia kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Julia bersandar pada sandaran sofa.
Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Hansen. Hansen mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Julia yang telah terpentang lebar.
Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Hansen yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.
Terlihat Hansen memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Julia yang sudah sedikit terbuka, terlihat Julia dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Hansen yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.
Kedua tangan Julia kelihatan mencoba menahan badan Hansen dan badan Julia terlihat agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Hansen pada bibir vaginanya.
Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Julia dan tangan kirinya tetap menuntun penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Julia, sambil mencium telinga kiri Julia, terdengar Hansen berkata perlahan,
“Juull.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Julhanya menggeleng- geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Hansen itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.
Hansen, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang telah basah itu, biarpun kedua tangan Julia tetap mencoba menahan tekanan badan Hansen. Mungkin, entah karena tusukan penis Hansen yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over size, langsung saja Julia berteriak kecil,
“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Julia yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.
Kepala penis Hansen yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Julia, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Hansen, sehingga belahan kemaluan Julia terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Hansen itu.Bandar bola online
Kedua bibir kemaluan Julia tertekan masuk begitu juga clitoris Julia turut tertarik ke dalam akibat besarnya kemaluan Hansen.
Hansen menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Jul.., saya sudah menyakitimu.., maaf yaa.., Juull!”. “aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.
Julia mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungung Hansen.
“Juull.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Julia masih merasa sakit”, sahut Hansen dan tanpa menunggu jawaban Julia, segera saja Hansen melanjutkan penyelaman penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.
Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Julia, terlihat muka Julia meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.
Terdengar Hansen bertanya lagi, “Juull.., sakit.., yaa?”, Julia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil kedua tangannya meremas bahu Hansen dan Hansen segera kembali menekan penisnya lebih dalam, masuk ke dalam lubang kemaluan Julia.
Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika penis Hansen telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Julia, terlihat Julia telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Hansen.
Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Hansen menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah Julia meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar,
Tetapi karena Julia tidak mengeluh maka Hansen meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,
“Blees”, Hansen menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Julia rapat-rapat pada sofa.
Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Julia, “Aduuh”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Hansen di dalam kemaluannya.
Hansen mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Julia sejenak, agar tidak menambah sakit Julia sambil bertanya lagi,
“Juull.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Julia dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, bandar judi online
“aagghh.., kit!”, lalu Hansen mencium wajah Julia dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat Hansen bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Julia dalam pelukannya.
Tak selang lama kemudian terlihat badan Julia bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang,
“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Julia bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Hansen, Julia mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Julia terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Hansen yang masih tetap berayun-ayun itu.
Suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.
“An.., ayo aku mau kamu”, suara Sarah penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Sarah sama dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan Sarah masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Sarah pada saat rudalku hendak menerobos masuk.
“Sar.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aagghh”, mata Sarah terpejam, sementara bibirnya digigit.
Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Sarah setiap aku menyodokkan penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.
“Ahh.., ahh”, Sarah makin keras teriakannya.
“Ayo An.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.
Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Sar.., boleh di dalam.., yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.
“mm..” Kaki Sarah kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Sarah juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.
“Nih.., Sar.., terima yaa”. Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Sarah dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Sarah.
Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Sarah, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga vagina Sarah, tiba-tiba badan Sarah bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, bandar sabung ayam
“..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Sarah juga mengalami orgasme dengan dahsyat.
Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kami alami.
Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Sarah. Dengan isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping Sarah.
Kini kami menyaksikan bagaimana Hansen sedang mempermainkan Julia, yang terlihat tubuh mungilnya telah lemas tak berdaya dikerjain Hansen, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Hansen terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.
Mulai saat ini Hansen mengerjai Julia dengan sangat brutal dan kasar. Julia benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Hansen menyakiti Julia, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Julia ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Julia atas apa yang dilakukan oleh Hansen terhadapnya.
Hansen mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Julia berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Julia ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Julia sambil memegang belakang kepala Julia.
Dia membantu kepala Julia bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut Julia. Kelihatan Julia telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh Hansen, hal ini dilakukan Hansen kurang lebih 5 menit lamanya.
Hansen kemudian berdiri dan mengangkat Julia, sambil berdiri Hansen memeluk badan Julia erat-erat. Kelihatan tubuh Julia terkulai lemas dalam pelukan Hansen yang ketat itu. Tubuh Julia digendong sambil kedua kaki Julia melingkar pada perut Hansen dan langsung Hansen memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Julia.
Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Julia terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Hansen menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Julia terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Hansen.
Kaki Julia terlihat merangkul pinggang Hansen, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Hansen. Hansen berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Julia. Pantat Julia terlihat merekah dan tiba-tiba Hansen memasukkan jarinya ke lubang pantat Julia.
“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Hansen, badan Julia terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Hansen. Suatu pemandangan yang sangat seksi. agen judi online terpercaya
Ketika Hansen merasa capai, Julia diturunkan dan Hansen duduk pada sofa. Julia diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Julia terkangkang di samping paha Hansen dan Hansen memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia dari bawah.
Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Hansen memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Julia yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Hansen menyentuh paha Julia.
Kedua tangan Hansen memegang pinggang Julia dan membantu Julia memompa penis Hansen secara teratur, setiap kali penis Hansen masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis
Hansen. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.
Kemudian Hansen mendorong Julia tertelungkup pada sofa dengan pantat Julia agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Hansen akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Julia.Cerita Sex Dewasa
Dari belakang pantat Julia, Hansen menempatkan penisnya diantara belahan pantat Julia dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina Julia dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina Julia.
Jari jempol tangan kiri Hansen dimasukkan ke dalam lubang pantat. Julia setengah berteriak,
“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Hansen yang dahsyat itu. Badan Julia dicoba ditarik ke depan, tapi Hansen tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Julia dan mengikuti arah badan Julia bergerak. bandar Judi bola terpercaya
Julia benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Hansen mencapai payudara Julia dan mulai meremas-remasnya.
Tak lama kemudian badan Julia bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar,
“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Julia mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Hansen mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Julia, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan Julia dari belakang.
Sementara badan Julia bergetar-getar dalam orgasmenya, Hansen sambil tetap menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya yang berada di dalam lubang vagina Julia ikut berputar-putar mengebor liang vagina Julia sampai ke sudut-sudutnya.
Setelah badan Julia agak tenang, Hansen mencabut penisnya dan menjilat vagina Julia dari belakang.
Vagina Julia dibersihkan oleh lidah Hansen. Kemudian badan Julia dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Hansen memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Julia ikut aktif membantu memasukkan penis Hansen ke vaginanya.
Kaki Julia diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Hansen. Hansen terus menerus memompa vagina Julia.
Badan Julia yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Hansen, yang terlihat oleh saya hanya pantat dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Hansen.
Kadang-kadang terlihat tangan Julia meraba dan meremas pantat Hansen, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Hansen.
Gerakan pantat Hansen bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Julia, tiba-tiba,
“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
Hansen menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Julia ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Julia. casino online terpercaya
Pantat Hansen terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Julia, sambilkedua tangannya mendekap badan Julia erat-erat. Dari mulut Julia terdengar suara keluhan, “Sssh..,sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.
Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Hansen kemudian merebahkan diri di atas badan Julia yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Julia. Julia melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.
Aku tidak bisa melihat ekspresi Hansen karena terhalang olah tubuh Julia. Yang jelas dari sela-sela selangkangan Julia mengalir cairan mani. Kemudian Juliapun seperti kebiasaan kami membersihkan penis
Hansen dengan mulutnya, itu membuat Hansen mengelinjang keenakan.
Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.-
Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET
Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari











0 komentar:
Posting Komentar