JBMsex Menyajikan Cerita Sex Tante | Cerita Sex Sedarah | Cerita Sex ABG | Cerita Sex Pemerkosaan | Film dewasa
  • .

  • .

  • .

jbmbet'
Tampilkan postingan dengan label Cerita Boss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Boss. Tampilkan semua postingan
April 10, 2019 Posted by Tips Hoki No comments Posted in ,
Cerita Sex | Cerita Bokep | Cerita Sex Sedarah | Cerita Sex Pemerkosaan | Cerita Sex ABG | Cerita Sex Tante | Cerita Bikin Sange | Cerita Tante Girang | Cerita Dewasa | Cerita Panas | Crita Nentot SPG | Cerita Sex Pramugari

Kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari seorang Bos salah satu perusahaan di kota yang tidak disebutkan, dia melakukan Sex disebuah Hotel Bintang 5 dengan sekretarisnya yang amat sangat Sexy,binal, dan doyan Sex banget . Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku


Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku


Cerita Sex Terpanas - Sebelum saya memulai Kisah Sex saya, perkenalkan nama saya Jerry ( nama samaran), umur saya sekitar 32 tahun, tinggi saya cukup proposional yaitu sekitar 173 cm, berat badan sekitar 70 kg cukup ideal lah kalau menurutku. Saya adalah seorang bos disuatu perusahaan swasta yang tidak perlu disebutkan dimana kota dan nama kantornya.

Pada hari itu, penampilan Sekretarisku yang bernama Yenni berpenampilan lebih menarik dari biasanya, emang sih dia setiap haripun selalu terlihat menggairahkan, tapi hari ini lebih So WOW. Dia mengenakan blazer dan rok mini yang serba merah, sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan mulus. Belum lagi lipsticknya yang merah senada dengan bibirnya yang mungil serta rambutnya yang agak pirang lurus terurai, membuat wajahnya yang jutek tapi menggemaskan itu makin nampak sensual, dijamin kalau para pembaca melihat sosok Sekretaris wanitaku ini nggk bakalan kuat nahan deh, yakin banget saya.hha. jangan ngiler dulu ya para pembaca. Singkat cerita aja nih, ketika itu dia kebelan lewat didepanku, dan saya,

“ Wuidihhhhhh…. Hari ini kamu kelihatan beda banget deh Des, lebih gimana gitu … seger banget deh ah dilihatnya ..hhe…“ pujiku padanya.

“ Iya dong bos kan hari ini ulang tahunku, jadi boleh dong tampil beda,? jawabnya sewaktu kupuji.

“ Ooo… hari kamu ulang tahun, asik nih… kalau gitu pulang kantor nanti kita langsung makan-makan ya,? kataku lagi.

Tanpa menjawab diapun cuma mengangguk sembari dengan senyum manisnya. Singkat cerita aja n ih pembaca,akhirnya tibalah saat waktu pulang kantor, dan kami bergegas langsung menuju ke resto di sebuah hotel Bintag 5. Seperti biasa kamipun mengobrol sambil menikmati makanan yang kami pesan. Memang sih, hubunganku dengannya bukan hanya didalam lingkungan kerja saja, aku dan Yenni mempunyai hubungan pribadi yang sangat spesial hhe… bisa dikatan Teman tapi gitu deh pokoknya. Aku sering ajak dia jalan, entah itu nonton atau sekedar ke cafe. Dari cerita-ceritanya, aku jadi tahu juga bahwa dia belum lama putus dengan cowoknya orang USA. Bahkan lebih jauh lagi, dia memberitahukan aku tentang bahaea dia sering melakukan Making Love selama pacaran dengan Pria USA itu, dan menurut dia gaya yang paling membuat dia puas adalah bila dia melakukan Posisi Sex Doggie style. Entah kenapa dia begitu terbuka padaku tentang privasinya.

Singkat cerita selesailah kita makan, kemudian akupun membuat surprise dengan memberinya hadiah menginap di hotel tersebut. Yang kebetulan hari itu hari Jumat sehingga dia tidak usah memikirkan kerja esok harinya karena sabtu dan minggu adalah hari libur. Kubertahukanlah hadiah menginap dihotel ini, dan…

Baca Juga : Cerita Sex ABG Mahasisswi Yang Binal Minta Jatah


“ Wahhhhh… ini beneran Bos, makasih bos ya kado ulang tahunya… ? bisiknya di telingaku sambil mengecup pipiku.

Kemudian aku mengantarnya dia ke kamarnay yang berada dilantai atas dan melanjutkan ngobrol sambil minum wine dikamarnya.

“ Des, kamu mau minta mado apa lagi dari aku, mumpung aku belum pulang ? tanyaku.

” Emmmm … minta pa yah… Oh iya aku minta 2 hal aja sama kamu bos, Pertama, Bos nggak usah pulang, dan yang kedua, Aku pengen gantian berperan menjadi bos malem ini aja, kan Bos biasa perintah aku, sekarang aku yang perintah Bos gantian ya !!! gimana Deal ?? pintanya dengan agak centil.

Sejenak aku terkaget mendengar permintaannya, dan baru kuingat cerita dia yang suka mendominasi pacarnya tadi. Karena dia berulang tahun hari ini dan aku jua sayang pada dia sembari penasaran juga, setelah terdiam sejenak aku langsung mengiyakan permintaanya.

“ Ok deh deal, kupenuhi permintaanmu bosku yang cantik, sekarang aku siap melakukan apa saja yang bos perintah, oh iya jangan panggil aku Bos lagi ya,? Ujar candaku padanya.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku | Layaknya Bos dan anak buahnya kamupun mulai bermain sandiwara. Dengan tetap duduk dan menyulut rokok, Yenni mulai memerankan dirinya sebagai bos dengan wajah yang jutek dan itu pantas sekali diperankannya.

“ Oke Ndi kamu malam ini kamu menjadi anak buahku,kamu harus turuti semua perintah bosmu ini. Sekarang aku mau kamu lucuti seluruh pakaianmu sambil berdiri dihadapanku !!!! uajrnya padaku.
Perintah Yenni membuatku kaget setengah mati, akupun teriam sejenak, lalu,

“ Hahhhhh…. buka semuanya ini bos, Bos serius ini?? tanyaku lagi padanya,karena aku ragu.

“ Iyalah buka semunya !!! kenapa ??? kamu mau ngebantah perintah Bosmu ??? ujarnya padaku dengan profesional layaknya bos sungguhan.

“ I…ii… iya bos, saya siap menerima perintah bos, “ jawabku terbata-bata sembari berdiri pelan-pelan mulai melucuti satu persatu pakaianku mirip penari striptis.

Bersamaan dengan lepasnya pakaian terakhirku alias CD-ku, kulihat Yenni menatap batang kemaluanku yang masih belum bangkit sambil mengepulkan asap rokoknya. Karena risih, kusilangkan kedua tanganku menutupinya. Namun tiba-tiba Yenni beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil ikat pinggang di celanaku. Tangannya kemudian menarik paksa kedua tanganku ke belakang dan diikatnya dengan ikat pinggangku.

“ Nah gini dong nurut sama perintah bos, beginikanterlihat lebih okey, “ katanya lagi sembari duduk kembali di sofa.

Kemudian diapun menyilangkan kakinya yang ramping itu agak tinggi sehingga rok mini merahnya makin naik ke atas. Spontan kelakianku mulai bangkit perlahan-lahan melihat pemandangan indah pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu. Dan memang ini yang diharapkannya.

“ Andi… cepat tunujukin seberapa besar Penis kamu pada Bos,!!!” katanya lagi yang dilanjutkan dengan diluruskannya kakinya ke depan hingga ujung sepatunya yang runcing menempel di batang kemaluanku.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku | Dengan posisiku yang masih berdiri dengan tangan terikat, makin tak karuan perasaanku. Gesekan-gesekan ujung sepatunya di kemaluanku membangkitkan sensasi tersendiri dan malah justru membuatku ingin terus mengikuti permainannya. Sesekali diputar-putarnya sepatunya mengelilingi batang kemaluaku yang makin mengeras sambil terkadang mempertontonkan keindahan pahanya dengan membuka sedikit kaki satunya. Tiba-tiba, Yenni menghentikan kegiatannya dan menarik kakinya kembali. Dan mengatakan,

“ Kenapa wajah kamu seperti itu, Keenakan kamu ya Ndi, sekarang berlutut didepanku !!! ujarnya padaku.

Semua perintah Yenni yang diperintahkan padakupun kuturuti tanpa membangkang sedikitpun, kemudian dia,

“ Heh kamu Jerry, kamu harus berterima kasih sama sepatu ini yang membuatmu keenakan, “ ujarnya lai padaku.

Tanpa memeberiku kesempatan untuk menjawab,menjawab, Dia menyodorkanlah sepatu itu kearah mukaku, sembari dia melepas sepatunya yang berhak tinggi itu, dan dia,

“ Cepetankamu berterima kasih dengan sama sepatu ini dengan cara mencium sepatu ini !!!” perintahnya dengan tegas padaku.

Belum sempat aku mneghelak nafasku, lubang sepatunya sudah menutupi hidung dan mulutku sehingga aku menghirup langsung aroma khas di dalamnya yang makin membangkitkan nafsuku. Tangannya terus menekan sepatunya ke mukaku dan tak membiarkan aku menghirup udara segar, sementara aku tak berdaya dengan posisi berlutut dan tangan terikat.

“ Nihhhh… Enakkan bau sepatu Bosmu ini ? kamu pasti lebih suka lagi sama yang memakai sepatu ini deh? katanya sambil menarik sepatunya dari mukaku.

Dengan cepat Yenni diangkatnya kaki kanannya lurus ke depan hingga kakinya hanya beberapa centi saja di depan mukaku. Kutatap sejenak kakinya yang indah dan bersih itu. Jari-jarinya mungil dan putih, kontras sekali dengan Kutexnya yang merah merona.

“ Andi… !!! cepetan..!!! tunggu apa lagi..? buruan cium kakiku !!! printah tegasnya lagi padaku.

“ Ba… ba… baiik… baik Bos,? jawabku sambil perlahan menundukkan kepalaku menghampiri kakinya.

Aku mulai mendaratkan bibirku di punggung kakinya dan kugeser pelan dari atas ke bawah sambil merasakan kehalusan kulitnya. Dari situ kugeser lagi bibirku ke samping kakinya hingga ke mata kaki yang membuatnya menggelinjang kegelian. Yenni nampak sangat menikmatinya sambil terus mengepulkan asap rokoknya. Dinaikkannya sedikit kakinya agar aku bisa menciumi telapak kakinya yang berlekuk indah itu. Yenni makin kegelian dan mulai merintih pelan waktu kucium sepanjang telapak kakinya yang beraroma khas, namun justru makin membangkitkan nafsuku.

agen judi terpercaya

“ Ayo, jilatin kakiku, cepet julurkan lidahmu !!! perintahnya lagi yang langsung kukerjakan dengan penuh nafsu.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku | Dari jilatan panjang telapak kakinya, kuakhiri di bawah jari-jari kakinya yang membuat Yenni menggeliat dan menarik kakinya mundur.

“ Sekarang buka mulut kamu !!!!! perintahnya.

Belum Sempat mulutku terbuka semua, ujung kakinya didorongnya masuk sehingga jari-jari kakinya yang mungil berada di mulutku sampai aku gelagepan. Tanpa menunggu perintahnya, kumainkan lidahku disela-sela jarinya sambil sesekali menghisapnya. Kulihat kepala Yenni menengadah ke atas, tanda menahan geli yang sangat.

“ Sekarang emutin satu persatu jariku !!! demikian liar pintanya.

Lalu sambil kuhisap satu demi satu, diam-diam Yenni membuka sepatu kaki kirinya dan langsung mengarahkannya ke hidungku yang bebas, lalu menjepitkan jari-jarinya di situ. Kini lengkap sudah kedua kakinya yang mungil itu terlayani sekaligus. Satu di mulutku dan satunya di hidungku. Sementara itu, aku makin bisa menikmati permainan yang penuh sensasi ini, bahkan makin penasaran menunggu perintah selanjutnya. Kegiatan tadi cukup membuatnya berkeringat, walaupun AC di kamar cukup dingin. Yenni sekonyong-konyong menghentikan permainannya dan berdiri meninggalkanku yang masih dalam posisi berlutut. Dari kejauhan kulihat dia mulai melepas blazer dan bajunya sekaligus, sementara BH dan rok mininya masih dibiarkan menempel.

“ Jerry, coba kamu kemari deh !!! teriaknya dari depan lemari kamar.

Aku kemudian menghampirinya dan berdiri di belakangnya.

“ Kamu lihat nggak badanku berkeringat, ayo jilatin biar keringatku kering !!! perintahnya lagi,

Yenni selalu memberi Perintah yang semakin menggila dan membuatku kaget. Namun aku yang tak berdaya dengan tangan masih terikat ini cuma bisa memenuhi permintaannya saja. Dari posisiku berdiri, kembali batang kemaluanku berdenyut-denyut memandang kemulusan kulit tubuhnya bagian atas yang putih bersih serta mengkilap karena keringatnya. Dan waktu kutempelkan bibirku di bahunya, tercium aroma tubuhnya yang sangat merangsang gairahku. Campuran antara parfum dan keringatnya ini membuatku tak langsung menjilatinya, namun kugunakan hidung dan bibirku terlebih dahulu untuk menghirup sepuas-puasnya keharuman tubuhnya. Desipun tak menolak, bahkan menggeliatkan tubuhnya waktu ciumanku berpindah dari bahunya ke sepanjang lehernya yang putih mulus. Tak kulewatkan gigitan-gigitan kecil di telinganya sebelum Yenni menyibakkan rambutnya dengan tangan kirinya memintaku turun ke tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.

Mulailah dari situ, lidahku mulai menari-nari dengan turus turun menyusuri punggungnya yang mengkilap hingga ke atas rok mininya yang masih menempel kencang. Wajahku lalu kugerakkan ke arah pinggangnya yang ramping, dan waktu Yenni menggeliat dengan kedua tangan ke atas, wajahku kugeserkan ke atas menuju ketiaknya yang terbuka lebar. Yenni makin menggelinjang waktu bibir dan hidungku berputar-putar di ketiaknya yang putih bersih tanpa bulu itu, sampai-sampai lengannya dirapatkan kembali hingga kepalaku terhimpit di situ. Cerita Sex ABG

“ Ssssshhgg… aaaaaah…. Mulai nakal kamu yah… Eummmmm… ohhh…,? desah Sylvi sambil menahan geli.

Tak banyak yang bisa kulakukan kecuali menghirup aromanya yang penuh sensualitas itu. Entah apa lagi yang akan dilakukannya. Yenni melepaskan kepalaku tiba-tiba lalu berbalik dan menyuruhku kembali berlutut. Dengan gerakan refleks, tangannya masuk ke dalam rok mininya dan menarik celana dalamnya ke bawah. Begitu lepas, Yenni langsung merenggangkan kakinya dan mengangkat sedikit demi sedikit rok mininya dengan kedua tangannya, hingga muncul pemandangan indah tepat di depan wajahku. Bagian bawah kemaluannya nampak mengintip di balik rok mininya yang tersingkap. Batang kemaluanku makin keras memandangnya, apalagi dibarengi dengan liukan-liukan erotis pinggulnya yang menggodaku.

“ Hayooo Kamu nglihatin Memek aku ya, pasti kamu ingin merasakannya kan??? Ayo, tunggu apa lagi, Jilatin sepuas kamu !!! katanya keras sambil menjambak rambutku dan menariknya ke dalam rok mininya.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku | Terbenamlah wajahku jadi di selangkangannya dengan posisi terus berlutut dan kedua tanganku yang masih terikat ke belakang. Mulailah bibir dan lidahku menjalankan tugasnya dengan melumat liang kemaluannya yang ternyata sudah basah sedari tadi. Aroma khasnya di situ makin membangkitkan nafsuku untuk memainkan lidahku dengan liar. dan membuat liukan-liukan Yenni menjadi makin tak karuan menahan nikmat yang tiada tara. Kadang-kadang kakinya bergetar waktu bibirku menemukan clitorisnya dan mengemutnya lembut.

Merasa tak tahan lagi, Yenni malah menaikkan kaki kirinya ke atas meja koper di sampingnya, sehingga praktis rok mininya tak menutupi apa-apa lagi. Liang kemaluannya makin terbuka lebar yang membuat lidahku makin leluasa menjilat dan mengemut segala sudutnya. Tangannya makin keras menjambak rambutku ikut mengatur gerakan-gerakan kepalaku di selangkangannya, sampai akhirnya dengan sekuat tenaga ditekannya dalam-dalam wajahku dibarengi dengan hentakan-hentakan pinggulnya yang hebat.

“ Ahhhh… Ssssshhh… aghhhhh…,? desahnya mulai terdengar.

Desah Yenni menandakan bahwa dia telah mencapai puncak kenikmatannya. Kemudian kedua pahanya menghimpit keras kepalaku beberapa saat lamanya. Sementara itu wajahku pun tak bisa banyak bergerak dan hanya bisa menikmati hangatnya cairan yang membanjir dari liang kewanitaannya. Pelan-pelan himpitannya pahanya mengendur, lalu dia menyuruhku duduk di kursi tegak di depan meja rias. Yenni tetap tak membuka ikatan tanganku, bahkan memindahkannya ke belakang kursi, sehingga posisiku mirip orang tahanan yang sedang diinterogasi. Bedanya aku dalam keadaan bugil total dengan batang kemaluanku yang berdiri tegak dan sulit turun, apalagi melihat di kaca rias, Yenni mulai memerosotkan rok mini merahnya di sebelahku.

Lalu 10 menit kemudian Yenni membuat kejutan lagi dengan segera duduk di meja rias depanku dengan posisi kaki mengangkang dan tangan menumpu ke belakang. Sengaja rupanya dia berbuat begitu agar aku makin tersiksa memandang segarnya kemaluan wanita muda ini serta keindahan tubuhnya tanpa bisa berbuat apa-apa, walaupun masih tersisa BH mini hitamnya yang membuat buah dadanya menyembul bak hendak keluar. Tetap masih dengan liukan-liukan erotisnya dengan wajahnya yang dingin penuh sensualitas menatapku, pelan-pelan kedua kakinya diturunkan sambil memajukan tubuhnya hingga kakinya terkangkang menghimpit pinggir kursi yang kududuki. Ingin rasanya segera kutusukkan batang kemaluanku yang tepat berada di bawah vaginanya, namun Yenni punya sensasi lain.

Mataku yang kini tepat di depan buah dadanya harus memandang gerakan tangannya yang perlahan ke belakang, membuka kaitan BH-nya dan melemparnya jauh. Kedua tangannya lalu dilepaskannya ke samping sambil lebih menegakkan badannya membiarkan mataku tak berkedip memandang kedua bukitnya yang tak begitu besar namun bulat padat dan mancung ke depan. Putingnya yang nampak menegang berwarna merah muda itu sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih mulus. Yenni membuatku makin panas-dingin dengan gerakan tangannya kemudian yang memelintir-melintir sendiri putingnya sambil meliuk-liuk.

“ Kamu pasti mau inikan Ndi ??? ujar Yenni menggodaku.

“ Iya Bos.. aku mau banget… please kasih aku Bos,? pintaku menyambung.

“ Ayo jilatin kalau kamu mau !!!! perintahnya sambil tiba-tiba menyodorkan buah dadanya ke depan.

“ Srusup… Srusup… Srusup…? lidahku menjilat-jilat putingnya dengan ganasnya bak makan buah simalakama.

Bersamaan dengan itu Yenni menurunkan tubuh mungilnya sehingga batang kemaluanku yang makin tegak mengeras terbenam ke dalam lubang kemaluannya.

“ Ahhhhhh…. Sssshhhhgg… Ahhhhh… , “ desah kami hampir bersamaan merasakan nikmat yang penuh sensasi ini.

Tubuhnya bergoyang hebat seirama dengan membabi butanya bibir dan mulutku menjelajah kedua bukitnya yang berguncang-guncang bebas. Keringatnya yang deras di situ makin melicinkan jalannya bibirku berpindah-pindah di kedua bukitnya. Cerita Sex Tante

“ Ndi, Ayo gigit payudaraku… dan isep sepuas kamu !!! perintahnya lagi sambil meluruskan kedua tangannya berpegangan pada ujung atas kursiku.

Cerita Sex Terpanas Sekretarisku Pemuas Nafsu Ku | Gerakan pinggulnya yang kadang berputar kadang naik-turun membuat batang kemaluanku bagai dikocok dan terasa semakin licin menembus lubang kemaluannya dari bawah. Ketika goyangannya makin cepat, kembali mendadak Yenni menghentikan gerakannya dan mengangkat tubuhnya buru-buru.

“ Stopppp… Aku mau ganti posisi lain Ndi,” katanya cepat sambil membuka ikatan tanganku, lalu naik ke tempat tidur dengan posisi merangkak.

Pantatnya yang putih mulus menungging di hadapanku membuatku berinisiatif menciumi bongkahan pantatnya bersamaan dengan kubukanya kedua pahanya lebih lebar dengan tanganku yang sudah bebas. Yenni tak tahan, apalagi waktu kujilat panjang berulang-ulang di sepanjang belahan pantatnya.
“ Cepat masukkin Penis kamu, “ teriaknya yang menahan geli.

Segera kuhujamkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya dari belakang. Yenni meronta-ronta kenikmatan waktu gerakan memompaku makin cepat, apalagi dibarengi kedua tanganku yang begerilya meremas-remas buah dadanya di depan. Kembali Yenni tak tahan, dan dia menginginkan permainan ini diakhiri dengan posisi berhadapan. Tubuhnya membalik dengan cepat dan menjepitkan kedua kakinya di pinggangku. Dengan cepat kupompakan batang kemaluanku yang disambut kembali dengan goyangan pinggulnya yang seksi. Yenni lalu melepaskan jepitan kakinya dan menaruh ujung kakinya di kedua bahuku.

“ Gunakan mulutmu.. ciumi apa yang ada padaku !!! “ perintahnya sambil tersengal-sengal kenikmatan.

“ Iya bos siap laksanakan,” jawabku lagi sambil meraih kedua kakinya yang indah itu ke wajahku dan kujilat-kujilat dengan lahap telapak kakinya.

Goyangan pinggulnya menjadi semakin menggila mengikuti kegelian di kakinya. Sementara posisi batang kemaluanku yang masuk tegak lurus ke liang kemaluannya membuatnya makin mendekati klimaks. Benar saja, Yenni melebarkan pahanya tiba-tiba dan menarik tubuhku ke arahnya.

“ Ahhhh…. Ahhhhhh… Lebih cepat Ndi… entot aku lebih cepat… sssshhhhgggg… ayo ndii…. Ssgghh … ahhh…!!! “ perintahnya yang segera kuikuti dengan hujaman batang kemaluanku yang makin dalam dan cepat dibarengi dengan mulutku yang kini mendarat di buah dadanya kembali.

“ Ahhhh… enak Ndi … ahh…. ahhhh.. “ teriak Yenni bersamaan dengan tubuhnya yang melengkung ke atas menandakan kenikmatan tiada tara.

Lalu Yenni yang mengetahui aku belum mencapai klimaks dia langsung meraih batang kemaluanku dan mengocoknya Penisku dengan cepat menggunakan tangan halusnya,lalu,

“ Ndi… Aku mau Sperma kamu dikeluarkan dimulutku yaaa…!!! kata Silvy sambil membuka bibirnya yang sensual itu tepat di depan batang kemaluanku.

“ Sssshhggg … Ahhhhh… Iya bos iya, ahhhhh “ jawabku tersengal-sengal menahan nikmat.

Kemudian berbarengan dengan menyemburnya cairan dari ujung batang kemaluanku yang langsung memenuhi mulut dan wajah Yenni. Tak Cuma berhenti disitu saja. Yenni kemudian menjilat-jilat sisa cairan di sepanjang batang kemaluanku, memainkan lidahnya di ujung kepalanya, dan diakhiri kuluman lembut dengan memasukkan dalam-dalam batang kemaluanku ke mulutnya yang membuatku bagai terbang di awan. Setelah telah kukeluarkan Spermaku di dalam mulutnya, lalu aku berkata pada Yenni,

“ Des, Kamu jadi bosku terus aja yah, hhe… ? kataku sambil mengecup bibirnya lembut setelah kami beristirahat.

“ Loh kog gitu emang kenapa Bos… ??? kamu ketagihan ya Bos sama permainan tadi ??? kalo gitu ciumin lagi tubuhku sebelum masa jabatanku berakhir, hahaha? uajarnya padaku yang kali ini agak manja dan sedikit menggoda,

“ Saya terima printah Bos dengan senang hati dan hati yang lapang, hha? jawabku sambil mulai menjilati kembali tubuh bugilnya yang mulus dan menelentang pasrah itu tanpa ada yang terlewatkan.

Singkat cerita kamupun terkulai lemas dan tertidur pulas. Kami tertidur pulas tanpa sehelai benangpun. Dan selesailah permainan Peran Bos dan anak buah yang kami mainkan di hari itu. Dipagi harinya kamipun mandi dan segera berkemas-kemas untuk pulang kerumah masin-masing untuk meneruskan istirahat. Pada Hari Seninnya kamipun kembali masuk kerja, pagi-pagi di kantor, kami bertemu saling memandang sejenak lalu tertawa bersama.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET

Cerita Sex | Cerita Bokep | Cerita Sex Sedarah | Cerita Sex Pemerkosaan | Cerita Sex ABG | Cerita Sex Tante | Cerita Bikin Sange | Cerita Tante Girang | Cerita Dewasa | Cerita Panas | Crita Nentot SPG | Cerita Sex Pramugari
Februari 25, 2019 Posted by Tips Hoki No comments Posted in
Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari

Aku baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya Mr Hansen yang berasala dari USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan sudah kenal dekat dengan Mr. Hans biasanya dipanggil seperti itu.

Cerita Sex Terpanas Bertukar Ngentot Istri Dengan Bossku


Cerita Sex Terpanas Bertukar Ngentot Istri Dengan Bossku


Cerita Sex Terpanas - Hobi kita sama yaitu bermain golf perusahaan kami bergerak di bidang advertising katanya teman sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi kayak bintang Hollywood, karena aku belum pernah melihat istri si Bos, hanya meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya.

Meja kantor saya memang aku desain dengan nyaman dan aku selipakn foto aku dan istriku Julia yang berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Hansen melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Julia dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Hansen sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

Suatu hari Hansen mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.

“An, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Julia juga, sekalian makan malam”.
“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.

Baca Juga : Cerita Sex Terpanas Ketagihan Ngentot Setelah di Jual Oleh Temanku


Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Julia. Pada mulanya Julia agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Hansen dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Julia mau juga pergi.

“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”
“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas.

Kalau melihat Julia, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.

Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Hansen yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku mengenakan kemeja batik, sementara Julia memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun.

Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.

“Oh Andreas dan Julia yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Sarah istrinya Hansen”

Ternyata Sarah badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Hansen. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.

“Hallo Mam.., kenalin, ini Julia istriku”. mau dapat bonus setiap hari?

Setelah Julia berkenalan dengan Sarah, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Hansen mengajakku ke teras balkon apartemennya.

“Gini lho An.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu”.

“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.

Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar. Senyum Hansen segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.

“Eh An.., gimana Sarah menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.
“Seksi nggak?”.
“Lha.., ya.., jelas dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Sarah untuk kamu gimana?”.

Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Hansen melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, aku jamin Julia dan Sarah pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!”.

Membayangkan tampang dan badan Sarah aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Julia dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Hansen telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Julia sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.

Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!”.

“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Hansen.

“Kalau Sarah sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.

Agen Judi Online Terpercaya

Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Sarah itu.

Kemudian lanjut Hansen meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.

“Nanti minuman Julia aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, saya agak terkejut juga, apakah Hansen akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Julia? Wah kalau begitu tidak rela aku.

Aku setuju asal Julia mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Hansen cepat-cepat menambahkan,

“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,
“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Sarah ya, Julia di sampingku”.Cerita Sex Dewasa

Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Hansen. Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar.

Melihat tanda-tanda itu, Hansen mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Julia, “Jul.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Julia, Hansen segera berdiri, menarik kursi Julia dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah.

Aku ingin mengikuti mereka tapi Sarah segera memegang tanganku.

“An, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Hansen mulai bergerilya di pundak dan punggung

Julia, memijit-mijit dan mengusap-usap halus.

Sementara Julia kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Hansen yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.

Sarah kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut.

Terlihat tindakan Hansen semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan

kancing kemeja batik Julia hingga kancing terakhir. BH Julia segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya.

Kelihatan mata Julia terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,

“Apakah Julia telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Hansen?, atau apakah Julia pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Hansen?”.

Julia tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Julia seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan

Hansen dikulitnya dan ciuman nafsu Hansenpun disambutnya dengan gairah, Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Hansen yang sedang duduk di sampingku.

Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Sarah, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil.

Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Sarah yang mungil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di ruang sebelah, Hansen telah meningkatkan aksinya terhadap Julia, terlihat Julia telah dibuat polos oleh Hansen dan terbaring lunglai di sofa. Badan Julia yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Hansen.

Kemudian Hansen menarik Julia berdiri, dengan Hansen tetap di belakangnya, kedua tangan Hansen menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Julia, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka.

Menunjukan Julia menikmati benar permainan dari Hansen terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Hansen berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Hansen meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Julia yang bersandar lemas pada badan Hansen, bergetar dengan hebat.

Saat itu juga tangan Sarah telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri.

Setelah Sarah selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.

Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Hansen, tentu aku kalah jauh dan kalau aku langsung main tusuk saja, tentu Sarah tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain.

Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.

Kududukkan Sarah kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya.

Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Sarah berteriak-teriak keenakan dengan suara keras,

” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Julia terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah,

“Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Hansen pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Julia sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Hansen sedang berjongkok diantara kedua paha Julia yang sudah terpentang dengan lebar.

Kepalanya terbenam diantara kedua paha Julia yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Hansen sedang mengaduk-aduk kemaluan Julia yang mungil itu. Terlihat badan Julia menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Hansen dengan kuat. ‘’

Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Sarah yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan,

“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot penisku.

“Aahh.., An.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Sarah menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme. bandar poker terpercaya

Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.

Ketika aku menengok ke arah Hansen dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Julia kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Julia bersandar pada sandaran sofa.

Sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Hansen. Hansen mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Julia yang telah terpentang lebar.

Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Hansen yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.

Terlihat Hansen memegang penis raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Julia yang sudah sedikit terbuka, terlihat Julia dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Hansen yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya.

Kedua tangan Julia kelihatan mencoba menahan badan Hansen dan badan Julia terlihat agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Hansen pada bibir vaginanya.


Akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Julia dan tangan kirinya tetap menuntun penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Julia, sambil mencium telinga kiri Julia, terdengar Hansen berkata perlahan,

“Juull.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Julhanya menggeleng- geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Hansen itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.

Hansen, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang telah basah itu, biarpun kedua tangan Julia tetap mencoba menahan tekanan badan Hansen. Mungkin, entah karena tusukan penis Hansen yang terlalu cepat atau karena ukuran penisnya yang over size, langsung saja Julia berteriak kecil,

“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Julia yang mengangkang itu terlihat menggelinjang.

Kepala penis Hansen yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Julia, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Hansen, sehingga belahan kemaluan Julia terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Hansen itu.Bandar bola online

Kedua bibir kemaluan Julia tertekan masuk begitu juga clitoris Julia turut tertarik ke dalam akibat besarnya kemaluan Hansen.

Hansen menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Jul.., saya sudah menyakitimu.., maaf yaa.., Juull!”. “aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih..,sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.

Julia mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungung Hansen.

“Juull.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Julia masih merasa sakit”, sahut Hansen dan tanpa menunggu jawaban Julia, segera saja Hansen melanjutkan penyelaman penisnya ke dalam lubang vagina Julia yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.

Ketika kepala penisnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Julia, terlihat muka Julia meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.

Terdengar Hansen bertanya lagi, “Juull.., sakit.., yaa?”, Julia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil kedua tangannya meremas bahu Hansen dan Hansen segera kembali menekan penisnya lebih dalam, masuk ke dalam lubang kemaluan Julia.

Secara pelahan-lahan tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika penis Hansen telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina Julia, terlihat Julia telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Hansen.

Akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Hansen menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah Julia meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar,

Tetapi karena Julia tidak mengeluh maka Hansen meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja,

“Blees”, Hansen menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Julia rapat-rapat pada sofa.

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Julia, “Aduuh”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Hansen di dalam kemaluannya.

Hansen mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Julia sejenak, agar tidak menambah sakit Julia sambil bertanya lagi,

Bandar Bola Terpercaya

“Juull.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Julia dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, bandar judi online

“aagghh.., kit!”, lalu Hansen mencium wajah Julia dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat Hansen bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Julia dalam pelukannya.

Tak selang lama kemudian terlihat badan Julia bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang,

“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Julia bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Hansen, Julia mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Julia terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Hansen yang masih tetap berayun-ayun itu.

Suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.

“An.., ayo aku mau kamu”, suara Sarah penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Sarah sama dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan Sarah masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Sarah pada saat rudalku hendak menerobos masuk.

“Sar.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aagghh”, mata Sarah terpejam, sementara bibirnya digigit.

Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Sarah setiap aku menyodokkan penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya.

“Ahh.., ahh”, Sarah makin keras teriakannya.
“Ayo An.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.

Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Sar.., boleh di dalam.., yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.

“mm..” Kaki Sarah kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Sarah juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.

“Nih.., Sar.., terima yaa”. Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Sarah dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina Sarah.

Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Sarah, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga vagina Sarah, tiba-tiba badan Sarah bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, bandar sabung ayam

“..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Sarah juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kami alami.

Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Sarah. Dengan isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati penisku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping Sarah.

Kini kami menyaksikan bagaimana Hansen sedang mempermainkan Julia, yang terlihat tubuh mungilnya telah lemas tak berdaya dikerjain Hansen, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Hansen terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan.

Mulai saat ini Hansen mengerjai Julia dengan sangat brutal dan kasar. Julia benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Hansen menyakiti Julia, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Julia ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Julia atas apa yang dilakukan oleh Hansen terhadapnya.

Hansen mencabut penisnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Julia berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Julia ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Julia sambil memegang belakang kepala Julia.

Dia membantu kepala Julia bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut Julia. Kelihatan Julia telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh Hansen, hal ini dilakukan Hansen kurang lebih 5 menit lamanya.

Hansen kemudian berdiri dan mengangkat Julia, sambil berdiri Hansen memeluk badan Julia erat-erat. Kelihatan tubuh Julia terkulai lemas dalam pelukan Hansen yang ketat itu. Tubuh Julia digendong sambil kedua kaki Julia melingkar pada perut Hansen dan langsung Hansen memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Julia.

Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Julia terlihat tersentak ke atas ketika penis raksasa Hansen menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Julia terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Hansen.

Kaki Julia terlihat merangkul pinggang Hansen, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Hansen. Hansen berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Julia. Pantat Julia terlihat merekah dan tiba-tiba Hansen memasukkan jarinya ke lubang pantat Julia.

“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Hansen, badan Julia terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Hansen. Suatu pemandangan yang sangat seksi. agen judi online terpercaya

Ketika Hansen merasa capai, Julia diturunkan dan Hansen duduk pada sofa. Julia diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Julia terkangkang di samping paha Hansen dan Hansen memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia dari bawah.

Dari ruang sebelah saya bisa melihat penis raksasa Hansen memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Julia yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Hansen menyentuh paha Julia.

Kedua tangan Hansen memegang pinggang Julia dan membantu Julia memompa penis Hansen secara teratur, setiap kali penis Hansen masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis

Hansen. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

Kemudian Hansen mendorong Julia tertelungkup pada sofa dengan pantat Julia agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Hansen akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Julia.Cerita Sex Dewasa

Dari belakang pantat Julia, Hansen menempatkan penisnya diantara belahan pantat Julia dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina Julia dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina Julia.

Jari jempol tangan kiri Hansen dimasukkan ke dalam lubang pantat. Julia setengah berteriak,
“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Hansen yang dahsyat itu. Badan Julia dicoba ditarik ke depan, tapi Hansen tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Julia dan mengikuti arah badan Julia bergerak. bandar Judi bola terpercaya

Julia benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Hansen mencapai payudara Julia dan mulai meremas-remasnya.

Tak lama kemudian badan Julia bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar,

“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Julia mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Hansen mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Julia, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan Julia dari belakang.

Sementara badan Julia bergetar-getar dalam orgasmenya, Hansen sambil tetap menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan Julia, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya yang berada di dalam lubang vagina Julia ikut berputar-putar mengebor liang vagina Julia sampai ke sudut-sudutnya.

Setelah badan Julia agak tenang, Hansen mencabut penisnya dan menjilat vagina Julia dari belakang.

Vagina Julia dibersihkan oleh lidah Hansen. Kemudian badan Julia dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Hansen memasukkan penisnya dari atas, sekarang tangan Julia ikut aktif membantu memasukkan penis Hansen ke vaginanya.

Kaki Julia diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Hansen. Hansen terus menerus memompa vagina Julia.

Badan Julia yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Hansen, yang terlihat oleh saya hanya pantat dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Hansen.

Kadang-kadang terlihat tangan Julia meraba dan meremas pantat Hansen, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Hansen.

Gerakan pantat Hansen bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang vagina Julia, tiba-tiba,

“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,

Hansen menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Julia ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Julia. casino online terpercaya

Pantat Hansen terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Julia, sambilkedua tangannya mendekap badan Julia erat-erat. Dari mulut Julia terdengar suara keluhan, “Sssh..,sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.

Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Hansen kemudian merebahkan diri di atas badan Julia yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina Julia. Julia melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.

Aku tidak bisa melihat ekspresi Hansen karena terhalang olah tubuh Julia. Yang jelas dari sela-sela selangkangan Julia mengalir cairan mani. Kemudian Juliapun seperti kebiasaan kami membersihkan penis

Hansen dengan mulutnya, itu membuat Hansen mengelinjang keenakan.

Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.-

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET

Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
Februari 21, 2019 Posted by Tips Hoki No comments Posted in ,
Saat aku sendirian dirumah bapakku yang masih kerja di kantor dan Ibu sedang seminar di luar kota dan aku dirumah hanya ada aku, sopirku dan pembantuku satunya, supirku Warto namanya dia sudah menikah tapi istrimya ditinggal di luar kota.

cerita sex terpanas

Cerita Sex Aku Menikmati Kontol Supirku


Cerita Sex Terpanas - Aku merasakan kecapekan setelah seharian aku jalan-jalan dan aku ingin sekali tidur tetapi entah mengapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini lalu aku mempunyai ide untuk menelepon temanku Nisa untuk aku ajak ngobrol melalui telepon.

Telepon Nisa angkat awalnya kami ngobrol biasa saja tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Nisa nafasnya memburu dan terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang cowok yang seperti suara pacar Nisa. Aku hanya memdengar suara-suara teriakan kesakitan tetapi juga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan teleponpun terputus dengan sendirinya.

Pikiranku melayang kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang seseorang yang sedang berhubungan badan. Aku semakin terangasang setelah mendengar suara Nisa juga khayalanku sendiri dan akupun membuka kaos ketatku, bra, serta celana dalam aku meremas payudaraku dan memasukkan jariku ke vaginaku.

Aku kocok vaginaku hingga aku pun menyapai orgasme ditempat tidur, aku merasa puas dan akupun memakai bajuku lalu merencanakan untuk pergi makan.

Aku cari sopirku kemana-mana tetapi tidak ada hingga aku temukan dia dikamar tidurnya, dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan sarung.

Baca Juga : Cerita Sex Menikmati Memek Rapet Pembantu Tante


Aku mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur pulas akupun mengurungkan niatku untuk membangunkan dia, kasihan dia kecapekan setelah mengantar aku seharian jalan-jalan pikirku.

Sebelum aku meninggalkan kamarnya mataku tiba-tiba tertuju pada tonjolan yang ada dibalik sarungnya sehingga membuat aku ingin mengetahui bagaimana wujud tonjolan itu.

Aku beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah lalu aku singkapkan sarungnya secara perlahan, aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam sehinnga aku bisa melihat dengan leluasa penis yang agak berdiri dan membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.

Aku ingin sekali memegangnya tetapi aku takut sopirku nanti terbangun dan dia akan marah terhadapku, dengan tangan yang gemetaran juga dingin dan jantung yang berdetak kencang aku beranikan diri untuk memegangnya. Aku singkapkan sarungnya lebih keatas dan akupun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku yang tadinya dingin menjadi hangat.

Aku semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aku elus berkali-kali penisnya hingga berdiri dan semakin panjang penis itu. Jantungku semakin berdetak kencang tetapi keinginanku untuk melakukan yang lebih lagi juga semakin besar maka ku putuskan untuk mencoba mengulumnya.

Ku jilati serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna kecoklatan hingga membuat aku makin bernafsu dan sedikit demi sedikit aku mulai menuju penis yang telah berdiri.

Aku masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin dan masuklah penis itu sampai pada ujung tenggorokanku, aku coba masuk dan keluarkan sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang di ikuti rasa gemetaran.

Payudaraku terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat braku terasa sesak juga vaginaku yang terasa mengeluarkan cairan. Akupun semakin tidak bisa menahan nafsuku yang sudah memuncak lalu aku semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat penis sopirku licin karena liurku.

Di saat aku sedang keenakkan melakukan kuluman di penis sopirku tiba-tiba aku terkejut oleh teriakan sopirku dan mencabut penisnya dari mulutku. Dia lalu berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada orang tuaku karena membiarkan aku melakukan hal ini,

Akupun tidak mau menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku lagi yang seperti mau meledak akupun mengancam sopirku dengan mengatakan pada ayahku bahwa aku telah diperkosa sopirku juga akan mengatakan pada istrinya kalau tidak mau melayani kenginanku.

Dia ketakutan dan menyerah padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku melepas sarungnya dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah sopirku terlihat wajahnya menampakkan kesedihan tetapi aku tidak mempedulikannya.

Aku tidak peduli bagaimana perasaan sopirku, aku hanya ingin kenikmatan seperti yang telah temanku rasakan. Aku ingin membuat dia agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku itu aku mulai melakukan rangsangan terhadapnya. Kukulum lagi penisnya yang telah lemas tanpa canggung dan takut lagi pada sopirku, kupercepat kulumanku sehingga membuat penisnya kembali berdiri. Aku sangat menikmati penis.

agen judi online terpercaya

“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” dan aku merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang yang mulai menunjukkan ke agresifannya. Sopirku mendesis menikmati kulumanku.

“Ough.. Terus.. Cepat.. Ouh Melda”

Hanya itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun semakin bersemangat dan semakin mempercepat kulumanku. Hingga beberapa kuluman penisnya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan dan dia pun memegang kepalaku juga memcambak rambutku dengan kasar dia semakin memaju mundurkan kepalaku dan akupun semakin bersemangat karena aku tahu dia akan sampai.

“Ouhh.. Ouuhh aku sampai aku sampai Melda ough” dan keluarlah spermanya ke mulutku hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya. Spermanya terasa hangat, asin, dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan sperma itu dari mulutku tetapi dia menarik kepalaku lalu mencium aku.

Ciumannya yang sangat bersemangat kepadaku membuat aku terpakasa untuk menelan spermanya untuk mengimbangi permainan bibir itu. bandar sabung ayam online

Aku merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku dicium oleh cowok, dia terus mencium aku dan tangannya mulai menyelinap masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke payudaraku, dia meremas-remasnya sehingga membuat nafasku semakin memburu yang disertai degupan jantung yang cepat. Dia semakin agresif dengan membuka kaos ketatku, rok, bra serta celana dalamku.

Terbukalah sudah apa yang selama ini aku tutupi, aku merasa risih karena baru kali ini aku telanjang dihadapan cowok sehinnga tangankupun secara spontan menutup vaginaku juga payudaraku. Tetapi karena nafsuku yang semakin memuncak maka aku biarkan tubuhku telanjang dan akupun dengan agresif melucuti kaosnya.

Sekarang kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga penis yang telah mengacung itu menempel pada vaginaku. Aku ingin sekali merasakan penis itu masuk ke vaginaku dan aku telah mencoba memasukannya tetapi tidak bisa, dengan terpaksa aku hanya mengesekkan penisnya ke vaginaku dan itu membuat aku semakin bernafsu.

Setelah dia puas mencium aku dia menurunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku sampai ke vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot vaginaku dan juga memberikan gigitan kecil pada vaginaku sehingga membuat aku tak bisa menahan getaran tubuhku.

Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desissan yang keluar dari mulutku. Tanganku berpegangan pada kepalanya dan akupun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku kepundaknya agar bisa semakin masuk ke vaginaku, jilatan dia membuat aku tak bisa lagi menahan tubuhku sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang dan kepalaku medongak keatas yang disertai keringat yang semakin mengucur deras.

“Auhh.. Ouhh..”

Dia terus menjilati vaginaku sehingga membuat aku semakin tidak tahan “Ough.. Yes.. Ouugh.. Aku keluar” dan akupun mengalami orgasmeku yang pertama, aku merasa kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini kali mengalami orgasme bersama cowok. casino online

Sopirku menghisap-hisap vaginaku hingga terasa kering, nafasku yang tadinya memburu sekarang sudah mulai reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku lemas tetapi sopirku masih saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur dan menjatuhkanku.

Dia bermain di payudaraku yang berukuran sedang putih bersih kemerahan, sopirku mengulum, menyedot, meremas dan juga menggigit-gigit payudaraku. Permainan mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku, sopirku sangat menikmati payudaraku dan dia selalu memuji payudaraku yang kenyal dan kencang itu.

Aku yang ingin kembali menikmati penis sopirku segera aku menggulingkan sopirku disampingku, aku menindihnya dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku dan kita pun saling melakukan rangsangan. Aku kembali mengulum penisnya sedangkan dia menjilati vaginaku.

Permainan lidahnya yang liar di vaginaku membuat tak kuasa menahan nafsuku yang mau meledak dan dengan segera akupun minta untuk memasukkan penisnya ke vaginaku dan diapun mengijinkannya.

Aku membalikkan badan dan sekarang penis itu tepat di bawah vaginaku, aku memegang penis itu dan mengarahkannya ke vaginaku tetapi aku tidak bisa memasukkannya terasa sulit walaupun vaginaku telah basah. Penis sopirku seperti tidak mau masuk penisnya selalu ke kanan atau ke kiri.

Sopirku pun membantuku, dia memegang penisnya sedangkan tangan satunya menuju vaginaku dan memasukkan jarinya ke vaginaku, akupun terkaget dan berteriak “Ouhh”.

Jarinya maju mundur dan seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun mengeluarkan jarinya lalu mencoba memasukkan penisnya ke vaginaku. Secara mengejutkan penis itu masuk dengan mudah, aku terkaget merasakannya lalu berteriak “Auhh.. Ough..”

Dan mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku terasa penuh dan disertai rasa nyeri yang sangat hebat tetapi sopirku duduk menghiburku dengan menciumku.

Dia menyuruhku naik turun tetapi itu sulit bagiku karena baru yang pertama aku melakukannya, aku mencoba naik turun rasanya nikmat sekali merasakan dua alat kelamin bergesekan tetapi tetap rasa nyeri tetap ada. Akhirnya akupun lancar menaik-turunkan, melihat itu sopirku semangat dia mulai meremas payudaraku dan mulai melakukan gerakan juga.

Lama-kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya dengan cepat aku menaik turunkan. Gesekan itu sangat nikmat Nisambah lagi remasan sopirku di payudaraku. agen judi online terpercaya

“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” aku terus mendesis.

Malam yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku, kulihat sopirku sekali memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan akupun merasakan sesuatu yang mau meledak di vaginaku.

“Ouhh.. Ouughh.. Aku sampai” akupun merasakan orgasme yang kedua kali

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET

Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
Februari 21, 2019 Posted by Tips Hoki No comments Posted in ,
Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari

Pagi itu pada waktu jam masuk kantor aku berpapasan dengannya di pintu masuk, seperti biasa kita saling tersenyum dan mengucapkan selamat pagi. Ah lucu juga kita yg sudah kenal beberapa tahun masih melakukan kebiasaan seperti itu, padahal untuk hitungan waktu selama tiga tahun kita harus lebih akrab dari itu, tapi mau bagaimana lagi karena Yanti orangnya memang seperti itu jadi akupun terbawa-bawa, aku sendiri bertanya-tanya apakah sifatnya yg seperti itu hanya untuk menjaga jarak dgn orang-orang di lingkungan kerja atau memang dia punya pembawaan seperti itu sejak lahir.

Cerita Sex Terpanas

Cerita Sex Selalu Terbayang Kenangan Ngentot Dengan Sekretarisku


Mungkin waktu itu aku sedang ketiban mujur, tepat di pintu masuk entah apa penyebabnya tiba-tiba saja Yanti seperti akan terjatuh dan refleks aku meraih badannya dgn maksud untuk menahan supaya dia tak benar-benar terjatuh, tapi tanpa sengaja tanganku menyentuh sesuatu di bagian dadanya.

Setelah dapat berdiri dgn sempurna Yanti memandang ke arahku sambil tersenyum, ya ampun menurutku itu merupakan sesuatu yg istimewa mengingat sifatnya yg kuketahui selama ini.

“Terima kasih Pak Beni, hampir saja aku terjatuh.”

“Oh, gag apa-apa, maaf barusan tak sengaja.”

“Tak apa-apa.”

Seperti itulah dialog yg terjadi pagi itu. Walaupun gag mau mikirin terus kejadian tersebut tapi aku tetap merasa kurang enak karena telah menyentuh sesuatu pada badannya walaupun gag sengaja, waktu kutengok ke arah meja kerjanya melalui kaca pintu ruanganku dia juga kelihatannya kepikiran dgn kejadian tersebut, untung waktu masuk kerja masih empat puluh lima menit lagi jadi belum ada orang, seandainya pada waktu itu sudah banyak orang mungkin dia selain merasa kaget juga akan merasa malu.

aku kembali melakukan rutinitas keseharian menggeluti angka-angka yg gag ada ujungnya. Sudah kebiasaanku setiap tiga puluh menit memandang gambar panorama yg kutempel dikaca pintu ruanganku untuk menghindari kelelahan pada mata, tapi ternyata ada sesuatu yg lain di seberang pintu ruanganku pada hari itu, aku melihat Yanti sedang memandang ke arah yg sama sehingga pandangan kami bertemu.

Baca Juga : Cerita Sex Menikmati Tubuh ABG Yang Sedang PKL


Lagi, dia tersenyum kearahku, aku malah jadi bertanya-tanya ada apa gerangan dgn perempuan itu, aku yg geer atau memang dia jadi lain hari ini, ah mungkin hanya pikiranku saja yg ngelantur.

Jam istirahat makan seperti biasa semua orang ngumpul di EDR untuk makan siang, dan suatu kebetulan lagi waktu nyari tempat duduk ternyata kursi yg kosong ada di sebelah Yanti, akhirnya aku duduk disana dan menyantap makanan yg sudah kuambil.

Setelah selesai makan, kebiasaan kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu waktu istirahat habis, karena aku duduk disebelah dia jadi aku ngobrol sama dia, padahal sebelumnya aku males ngobrol sama dia.

“Gimana kabar suaminya Ti?” aku memulai percakapan

“Baik pak.”

“Trus gimana kerjaannya? masih di tempat yg dulu?”

“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”

“Oh begitu, baru tahu aku.”

“Ingin lebih pintar katanya pak.”

“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”

“Iya pak.”

Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yg tadi terhenti. akupun kembali hanyut dgn kerjaanku.

Pukul setengah tujuh aku bermaksud beres-beres karena penat juga kerja terus, tanpa sengaja aku nengok ke arah pintu ruanganku ternyata Yanti masih ada di mejanya. Setelah semua beres akupun keluar dari ruangan dan bermaksud untuk pulang, aku melewati mejanya dan iseng aku nyapa dia.

“Kok tumben hari gini masih belum pulang?”
“Iya pak, ini baru mau pulang, baru beres, banyak kerjaan hari ini”

aku merasakan gaya bicaranya lain hari ini, tak seperti hari-hari sebelumnya yg kalau bicara selalu kedengaran resmi, yg menimbulkan rasa tak akrab.

“Ya udah kalo begitu kita bareng aja.” ajakku menawarkan.
“Tak usah pak, biar aku pulang sendiri saja.”
“Gag apa-apa, ayo kita bareng, ini udah terlalu malam.”
“Baik Pak kalau begitu.”

Sambil berjalan menuju tempat parkir kembali kutawarkan jasa yg walaupun sebetulnya niatnya hanya iseng saja.

“Gimana kalo Yanti bareng aku, kita kan searah.”
“Gag usah pak, biar aku pakai angkutan umum atau taksi saja.”
“Lho, jangan gitu, ini udah malem, gag baik perempuan jalan sendiri malem-malem.”
“Baik kalau begitu pak.”

Di sepanjang jalan yg dilalui kami tak banyak bicara sampai akhirnya aku perhatikan dia agak lain, dia kelihatan murung, kenapa ini perempuan.

“Lho kok kelihatannya murung, kenapa?” tanyaku penasaran.
“Gag apa-apa pak.”
“Gag apa-apa kok ngelamun begitu, perlu teman buat ngobrol?” tanyaku memancing.
“Gag ah pak, malu.”
“Kok malu sih, gag apa-apa kok, ngobrol aja aku dengerin, kalo bisa dan perlu mungkin aku akan bantu.”
“Susah mulainya pak, soalnya ini terlalu pribadi.”
“Oh begitu, ya kalo gag mau ya gag usah, aku gag akan maksa.”
“Tapi sebetulnya memang aku perlu seseorang untuk teman ngobrol tentang masalah ini.”
“Ya udah kalo begitu obrolin aja sama aku, rahasia dijamin kok.”

“Ini soal suami aku pak.”
“Ada apa dgn suaminya?”
“Itu yg bikin aku malu untuk meneruskannya.”
“Gag usah malu, kan udah aku bilang dijamin kerahasiaannya kalo Yanti ngobrol ke aku.”
“Anu, aku sering baca buku-buku mengenai hubungan suami istri.”
“Trus kenapa?”
“aku baca, akhir dari hubungan badan antara suami istri yg bagus adalah orgasme yg dialami oleh keduanya.”
“Trus letak permasalahannya dimana?”
“Mengenai orgasme, aku sampai dgn waktu ini aku hanya sempat membacanya tanpa pernah merasakannya.”

Agen judi online terpercaya

aku sama sekali gag pernah menduga kalo pembicaraannya akan mengarah kesana, dalam hati aku membatin, masa sih kawin satu setengah tahun sama sekali belum pernah mengalami orgasme? timbul niatku untuk beramal:-)

“Masa sih Ti, apa betul kamu belum pernah merasakan orgasme seperti yg barusan kamu bilang?”
“Betul pak, kebetulan aku ngobrolin masalah ini dgn bapak, jadi setidaknya bapak bisa memberi masukan karena mungkin ini adalah masalah laki-laki.”
“Ya, gimana ya, sekarang kan suami Yanti lagi gag ada, seharusnya waktu suami Yanti ada barengan pergi ke ahlinya untuk konsultasi masalah itu”
“Pernah beberapa kali aku ajak suami aku, tapi menolak dan akhirnya kalau aku singgung masalah itu hanya menimbulkan pertengkaran diantara kami.”

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan tanpa terasa pula kami sudah sampai didepan rumah Yanti, aku bermaksud mengantar dia sampai depan pintu rumahnya.

“Tak usah pak, biar sampai sini saja.”
“Gag apa-apa, takut ada apa-apa biar aku antar sampai depan pintu.”

Dasar, kakiku menginjak sesuatu yg lembek ditanah dan hampir saja terpeleset karena penerangan di depan rumahnya agak kurang. Setelah sampai di teras rumahnya kulihat kakiku, ternya yg kunjak tadi adalah sesuatu yg kurang enak untuk disebutkan, sampai-sampai sepatuku sebelah kiri hampir setengahnya kena.

“Aduh Pak Beni, gimana dong itu kakinya.”
“Gag apa-apa, nanti aku cuci kalo udah nyampe rumah.”
“Dicuci disini aja pak, nanti gag enak sepanjang jalan kecium baunya.”
“Ya udah, kalo begitu aku ikut ke toilet.”

Setelah membersihkan kaki aku dipersilahkan duduk di ruang tamunya, dan ternyata disana sudah menunggu segelas kopi hangat. Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi.

“Oh ya Ti, mengenai yg kamu ceritakan tadi di jalan, gimana cara kamu mengatasinya?”
“aku sendiri bingung Pak harus bagaimana.”

Mendengar jawaban seperti itu dalam otakku timbul pikiran kotor lelaki.

“Gimana kalau besok-besok aku kasih apa yg kamu pengen?”
“Yg aku mau yg mana pak.”
“Lho, itu yg sepanjang jalan kamu bilang belum pernah ngalamin.”
“Ah bapak bisa aja.”
“Bener kok, aku bersedia ngasih itu ke kamu.”

Termenung dia mendengar perkataanku tadi, melihat dia yg sedang menerawang aku berpikir kenapa juga harus besok-besok, kenapa gag sekarang aja selagi ada kesempatan.

Kudekati dia dan kupegang tangannya, tersentak juga dia dari lamunannya sambil menatap kearahku dgn penuh tanda tanya. Kudekatkan wajahku ke wajahnya dan kukecup pipi sebelah kanannya, dia diam tak bereaksi.

Ku kecup bibirnya, dia menarik napas dalam entah apa yg ada dipikirannya dan tetap diam, kulanjutkan mencium hidungnya dan dia memejamkan mata.

Ternyata napsu sudah menggerogoti kepalaku, kulumat bibirnya yg tipis dan ternyata dia membalas lumatanku, bibir kami saling berpagut dan kulihat dia begitu meresapi dan menikmati adegan itu.

Kitarik tangannya untuk duduk disebelahku di sofa yg lebih panjang, dia hanya mengikuti sambil menatapku. Kembali kulumat bibirnya, lagi, dia membalasnya dgn penuh semangat.

Dgn posisi duduk seperti itu tanganku bisa mulai bekerja dan bergerilya. Kuraba bagian dadanya, dia malah bergerak seolah-olah menyodorkan dadanya untuk kukerjain.

Kuremas dadanya dari luar bajunya, tangan kirinya membuka kancing baju bagian atasnya kemudian membimbing tangan kananku untuk masuk kedalam BHnya. Ya ampun bener-bener udah gag tahan dia rupanya.

Kulepas tangan dan bibirku dari badannya, aku berpindah posisi bersandar pada pegangan sofa tempatku duduk dan membuka kalkiku lebar-lebar.

Kutarik dia untuk duduk membelakangiku, dari belakang kubuka baju dan BHnya yg waktu itu sudah nempel gag karuan, kuciumi leher bagian belakang Yanti dan tangan kiri kananku memegang gunung di dadanya masing-masing satu, dia bersandar kebadanku seperti lemas tak memiliki tenaga untuk menopang badannya sendiri dan mulai kuremas payudaranya sambil terus kuciumi tengkuknya.

Setelah cukup lama meremas buah dadanya tangan kiriku mulai berpindah kebawah menyusuri bagian perutnya dan berhenti di tengah selangkangannya, dia melenguh waktu kuraba bagian itu.

Kusingkap roknya dan tanganku langsung masuk ke celana dalamnya, kutemukan sesuatu yg hangat-hangat lembab disana, sudah basah rupanya. Kutekan klitorisnya dgn jari tengah tangan kiriku.

“Ohh .. ehh ..”

aku semakin bernapsu mendgn rintihannya dan kumasukkan jariku ke kemaluannya, suaranya semakin menjadi. Kukeluar masukkan jariku disana, badannya semakin melenting seperti batang plastik kepanasan, terus kukucek-kucek semakin cepat badannya bergetar menerima perlakuanku. Dua puluh menit lamanya kulakukan itu dan akhirnya keluar suara dari mulutnya.

“Udah dulu pak, aku gag tahan pengen pipis.”
“Jangan ditahan, biarkan aja lepas.”
“Aduh pak, gag tahan, Yanti mau pipis .. ohh .. ahh.”

Badanya semakin bergetar, dan akhirnya. agen judi bola terpercaya

“Ahh .. uhh.”

Badanya mengejang beberapa waktu sebelum akhirnya dia lunglai bersender kedadaku.

“Gimana Ti rasanya?”
“Enak pak.”

Kulihat air matanya berlinang.

“Kenapa kamu menangis Ti.”

Dia diam tak menyahut.

“Kamu nyesel udah melakukan ini?” tanyaku.
“Bukan pak.”
“Lantas?”
“aku bahagia, akhirnya aku mendapatkan apa yg aku idam-idamkan selama ini yg seharusnya datang dari suami aku.”
“Oh begitu.”

Kami saling terdiam beberapa waktu sampai aku lupa bahwa jari tengah tangan kiriku masih bersarang didalam kemaluannya dan aku cabut perlahan, dia menggeliat waktu kutarik jari tanganku, dan aku masih tercenung dgn kata-kata terakhir yg terlontar dari mulutnya, benar rupanya .. dia belum pernah merasakan orgasme.

“Mau ke kamar mandi pak?”

Tiba-tiba suara itu menyadarkanku dari lamunan ..

“Oh ya, sebelah mana kamar mandinya?”
“Sebelah sini pak”, sahutnya sambil menunjukkan jalan menuju kamar mandi.

Dia kembali ke ruang tamu sementara aku mencuci bagian tangan yg tadi sudah melaksanakan tugas sebagai seorang laki-laki terhadap seorang perempuan. Tak habisnya aku berpikir, kenapa orang berumah tangga sudah sekian lama tapi si perempuan baru mengalami orgasme satu kali saja dan itupun bukan oleh suaminya. cerita sex boss

Selesai dari kamar mandi aku kembali ke ruang tamu dan kutemukan dia sedang melihat acara di televisi, tapi kulihat
dari wajahnya seakan pikirannya sedang menerawang, entah apa yg ada dalam pikirannya waktu itu.

“Ti, udah malam nih, saya pulang dulu ya ..”

Terhenyak dia dan menatapku ..

“Emm, pak, mau gag malam ini nemanin Yanti?”

Kaget juga aku menerima pertanyaan seperti itu karena memang tak pikiran untuk menginap dirumahnya malam ini, tapi aku tak mau mengecewakan dia yg meminta dgn wajah mengharap.

“Waktu kan masih banyak, besok kita ketemu lagi di kantor, dan kapan-kapan kita masih bisa ketemu diluar kantor.”

Dia berdiri dan menghampiriku ..

“Terima kasih ya pak, Yanti sangat bahagia malam ini, saya harap bapak tak bosan menemani saya.”
“Kita kan kenal sudah lama, saya selalu bersedia untuk membantu kamu dalam hal apapun.”
“Sekali lagi terima kasih, boleh kalau mau pulang sekarang dan tolong sampaikan salam saya buat ibu.” mau dapat bonus setiap hari?

Akhirnya aku pulang dgn terus dihinggapi pertanyaan didalam pikiranku, kenapa dia bisa begitu, kasihan sekali dia.

Seperti biasa esoknya aku masuk kantor pagi-pagi sekali karena memang selalu banyak pekerjaan yg harus diselesaikan, kupikir belum ada siapa-siapa karena biasanya yg sudah ada waktu aku datang adalah office boy, tapi ternyata pagi itu aku disambut dgn senyuman Yanti yg sudah duduk di meja kerjanya.

Tak seperti biasa, pada hari-hari sebelumnya aku selalu melihat Yanti dalam penampilan yg lain dari pagi ini, sekarang dia terlihat berseri dan terkesan ramah dan akrab.

“Pagi Ti.”
“Pagi pak.”
“Gimana, bisa tidur nyenyak tadi malam?”
“Ah bapak, bisa aja, tadi malam saya tidur pulas sekali.”
“Ya sudah, saya tinggal dulu ya, selamat bekerja.”
“Iya pak.”

aku meneruskan langkahku menuju ruang kerjaku yg memang tak jauh dari meja kerjanya, dari dalam ruangan kembali aku menengokkan wajah ke arahnya, ternyata dia masih menatapku sambil tersenyum.

Tak seperti biasanya, aku merasakan hari ini bekerja merupakan sesuatu yg membosankan, suntuk rasanya menghadapi pekerjaan yg memang dari hari ke hari selalu saja ada sesuatu yg harus diulang, akhirnya aku menulis cerita ini.

HP didalam saku celanaku berbunyi, ada SMS yg masuk, kubuka SMS tersebut yg rupanya datang dari perempuan diseberang ruanganku yg tadi pagi menatapku sampai aku masuk ke ruangan ini .. ya dia, Yanti.

“Pak, nanti mlm ada acara gak? kalo tak bisa gak bapak menuhin janji bapak tadi malam.”

Begitulah isi SMS yg kuterima, aku berpikir agresif juga nih perempuan pada akhirnya. Kuangkat telepon yg ada diatas meja kerjaku dan kutekan nomor extensin dia. cerita sex tante

“Kenapa gitu Ti, mau ngajak kemana?”
“Eh bapak, kirain siapa, enggag, Yanti udah nyediain makan malam di rumah, bapak bisa kan makan malam sama Yanti nanti malam?”
“Boleh, kalau gitu nanti pulang saya tunggu di ruang parkir ya.”
“Iya pak, ma kasih.”

situs judi online terpercaya

Sore hari aku terkejut karena waktu pulang sudah terlewat sepuluh menit, bergegas kubereskan ruanganku dan berlari menuju ruang parkir. Disana Yanti sudah menungguku, tapi dia tersenyum waktu melihatku datang, tadinya kupikir dia akan kecewa, tapi syukurlah kelihatanyya dia tak kecewa.

“Maaf jadi nunggu ya Ti, harus beres-beres sesuatu dulu.”
“Gag apa-apa pak, Yanti juga barusan ada yg harus diselesaikan dulu dgn neni.”
“Yo.” kataku sambil membukkan pintu untuk dia, dan dia masuk kedalam mobil kemudian duduk disebelahku.

Diperjalanan kami ngobrol kesana kemari, dan tanpa terasa akhirnya kami masuk ke komplek perumahan dimana Yanti tinggal lalu kami turun menuju ke rumahnya. Dia membuka pintu depan rumahnya dgn susah, rupanya ada masalah dgn kunci pintu tersebut.

aku tak berusaha membantunya, karena dari belakang baru kuperhatikan kali ini kalau bagian tengah belakang milik Yanti menarik sekali, lingkarannya tak terlalu besar, tapi aku yakin laki-laki akan suka bila melihatnya dalam keadaan setengah berjongkok seperti itu.

Akhirnya pintu terbuka juga dan dia mempersilakan aku masuk, dan kamipun masuk. Setelah mempersilahkan aku untuk duduk, dia pergi ke kamarnya, setelah itu dia kembali lagi dgn pakaian yg sudah digantinya, dia tak langsung menghampiriku tapi terus melangkah ke arah dapur dan kembali dgn segelas air putih dan segelas kopi, lalu dia menyodorkan kopi tersebut kepadaku.

“Wah enak sekali nih hari gini minum kopi, kamu kok gag minum kopi juga Ti?”
“Saya gag pernah minum kopi pak, gag boleh sama si mas.”
“Oh gitu.”
“Pak mobilnya dimasukin garasi aja ya, biar Yanti yg mindahin.”
“Boleh, sekalian saya mau ikut ke kamar mandi dulu, badan rasanya gag enak kalau masih ada keringatnya.”
“Handuknya ada di kamar mandi pak.”

Dia berdiri sambil menerima kunci mobil yg kuserahkan sedangkan aku ngeloyor ke kamar mandi untuk terus membersihkan badan yg memang rasanya agak gag enak setelah barusan diperjalanan dihadapkan ke kondisi jalan yg cukup macet tak seperti biasa.

Keluar dari kamar mandi kudapati Yanti kelihatan sedikit bingung, kutanya dia,

“Kenapa Ti, kok seperti yg bingung begitu ..”
“Anu pak, barusan ada telepon dari restoran yg saya pesani untuk makan malam, katanya gag bisa nganter makanan yg dipesan karena kendaraannya gag ada.”
“Ya sudah gag apa-apa, kita kan bisa bikin makanan sendiri, punya apa yg bisa dimasak?”
“Adu pa, Yanti jadi malu.”
“Udah gag apa-apa kok, malah jadi bagus kita bisa masak barengan.” cerita sex terpanas

Kataku sambil tersenyum, Yanti melangkahkan kakinya menuju dapur dan kuikuti, sampai didapur dia membuka lemari es yg ternyata hanya ada sedikit makanan yg siap masak disana. Akhirnya kami masak masakan seadanya sambil berbincang kesana kemari.

Tanpa sengaja aku perhatikan postur badan Yanti yg terlihat lain dgn pakaian yg dikenakan sekarang, pakaian yg sedikit agak ketat menyebabkan lekuk-lekuk badannya terlihat jelas, sungguh bentuk badan yg sempurna untuk wanita seusia dia

Tanpa sadar kuhampiri dia dan dari belakang kupeluk dia yg sedang melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, dia menoleh kearahku dan tersenyum, kudekatkan bibirku ke bibirnya dan dia menyambutnya, awalnya hanya ciuman biasa sampai akhirnya kami saling berpagutan disini, ya di dapur miliknya.

Berlanjut terus pergulatan bibir tersebut, kuraba buah dadanya dan kuremas dari luar bajunya. Tangan Yanti bergerak membuka kancing baju bagian depan dilanjutkan dgn menyingkapkan BH yg dia pakai, dgn demikian tanganku kiri kanan lebih leluasa meremasnya.

Beberapa waktu kemudian kulepaskan bibirku dari bibirnya dan kuarahkan ke buah dadanya yg terlihat sungguh indah dgn warna puting yg kemerahan, kujilat puting yg sebelah kanan dan dia menarik nafas dalam menerima perlakuan itu, akhirnya kukulum puting itu dan kuhisap dalam-dalam sambil tangan kananku tetap meremas dadanya yg sebelah kiri.

Tangan kiriku kugerakkan ke arah pantatnya, dan kuremas pantat yg kenyal itu. Kumasukkan tangan itu ke dalam rok yg dia pakai dan disana kuraba ada sesuatu yg hangat dan sedikit basah dan kuraba-raba bagian itu terus menerus.

Rupanya dia tak tahan menerima sikapku itu, tangannya bergerak membuka resleting roknya dan melorotkannya kebawah. aku hentikan kegiatan bibirku di buah dadanya lalu bubuka celana dalamnya dan kutemukan bulu indah yg tak terlalu banyak disana kusingkapkan sedikit dan kuarahkan bibirku kesana dan kujilat bagian kecil yg menonjol disana.

Suara lenguhan dari bibirnya sudah tak terbaygkan lagi, akan memperpanjang cerita kalau saya tuliskan disini.Cerita Dewasa

“Oh, pak, saya belum pernah merasakan ini, oh ..”

aku terus melanjutkan kegiatan lidahku diselangkangannya sambil terus memasukkan lidah ini kedalam gua lembab yg berbau khas milik wanita. cerita sex abg

Lenguhan demi lenguhan terus keluar dari mulutnya sampai akhirnya kurasakan badannya mengejang dan bergetar dgn mengeluarkan teriakan yg tak bisa ditahan dari mulutnya, dia sudah sampai ke puncak kenikmatan sentuhan seorang lelaku seperti aku ini, dan akhirnya kuhentikan kegiatanku itu lalu berdiri menghadap dia, danpa kuduga dia mencium bibirku.

“Pak kita ke kamar ya.”

Dia menuntunku masuk ke kamar tidurnya, kamar itu terlihat rapi, lalu kami duduk dipinggir tempat tidur dan kembali saling berpagutan disana. Dia bangkit berdiri dihadapanku seraya bertanya.

“Boleh saya buka pakaian bapak?”

aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut, lalu dia membuka seluruh pakaian yg kukenakan sampai ke celana dalamku. Dia memegang senjataku yg dia dapati dibalik celana dalam yg baru saja terbuka, lalu dia menciumnya dan menjilatinya, nikmat sekali rasanya.

“Dari dulu saya ingin melakukan ini, tapi suami saya gag pernah mau diperlakukan begini.”

Dia berkata begitu sambil kembali meneruskan kegiatannya menjilati senjata milikku, tanpa kuduga dia lanjutkan kegiatannya tadi dgn mengulum dan menyedot batang kemaluanku, dan rasanya lebih nikmat dari yg tadi kurasakan. Akhirnya dia berhenti berlaku seperti itu dan berkata. casino online

“Pak, tidurin Yanti ya.”

Tanpa menunggu permintaan itu terulang aku baringkan badannya diatas tempat tidur, aku ciumi sekujur badannya yg dibalas dgn gelinjangan badan mulus itu, akhirnya setelah sekian lama kucoba masukkan kemaluanku kedalam lubang senggama yg memang sudah basah dari sejak tadi, dan “Ahh ..” itulah yg keluar dari mulut Yanti, sungguh nikmat sekali rasanya memasuki badan yg telanjang ini, dan satu lagi, lubang kemaluannya masih terasa cukup sempit dan menggigit, terbersit lam pikiranku sebuah pertanyaan, sebesar apa milik suaminya sampai lubang ini masih terasa sempit seperti ini.

Kuperhatikan jam yg ada di dinding kamarnya menunjukkan bahwa aku sudah mengeluar masukkan kemaluanku kedalam badannya selama dua puluh menit dan akhirnya kembali kurasakan badannya mengejang sambil mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya, akhirnya dia menggelepar sambil memeluk badanku erat-erat seolah tak ingin lepas dari badannya, karena pelukannya itu aku jadi terhenti dari kegiatanku.

Beberapa waktu kemudian Yanti melepaskan pelukannya dan terkulai lemas, tapi aku melihat sebuah senyuman puas diwajahnya dan itu membuat aku merasa puas karena malam ini dia sudah dua kali mendapatkan apa yg selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya.

“Gimana Ti?”
“Aduh, Yanti lemas tapi tadi itu nikmat sekali ..”
“Yanti mau coba gaya yg lain?”
“Emm ..”

Kubangunkan badannya dan kugerakkan untuk membelakanginya, kudorong pundaknya dgn pelan sampai dia menungging dihadapanku, kumasukkan kejantananku kedalam lubang senggamanya dan dia mengeluarkan teriakan kecil.

“Aduh .. Pak enak sekali, dorong terus pak, Yanti belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini ..”

aku keluar masukkan kemaluanku ini kedalam badannya dgn irama yg semakin lama semakin kupercepat, lama juga aku melakukan itu sampai akhirnya dia berkata “Pak Yanti mau pipis lagi ..”, semakin kupercepat gerakanku karena kurasakan ada sesuatu yg mendorong ingin keluar dari dalam badanku.

Dalam kondisi lemas dan masih menungging Yanti menerima gerakan maju mundur dariku, mungkin dia tahu kalau aku sebentar lagi mencapai klimaks, dan akhirnya menyemburlah cairan dari kemaluanku masuk semua kedalam badannya.

Beberapa waktu kemudian aku merasakan badanku lemas bagai tak bertulang dan kucabut senjataku dari lubang milik Yanti.

aku terbaring disampingnya setelah melepaskan nikmat yg diada tara, dia tersenyum puas sambil menatapku dan memelukku, lalu kami tertidur dgn perasaan masing-masing.

Dalam tidur aku memimpikan kegiatan yg barusan kami lakukan dan waktu hampir pagi aku terbangun kudapati Yanti masih terpejam dgn wajah yg damai sambil masih memelukku, kulepaskan pelukkannya dan dia terbangun, lalu kami meneruskan kegiatan yg tadi malam terpotong oleh tidur sampai akhirnya kami berdua bangun dan menuju kamar mandi dalam keadaan masing-masing telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi badan kami.

Dikamar mandi kami melakukannya lagi, dan kembali dia mengucapkan kata-kata yg tak habis aku bisa mengerti “Yanti belum pernah melakukan seperti ini sebelumnya ..”.

Akhirnya kami berangkat kerja dari rumah Yanti, sengaja masih pagi agar tak ada orang di kantor yg melihat kedatangan kami berdua untuk menghindari sesuatu yg kami berdua tak inginkan.

Sampai saya menulis cerita ini, masih tetap terngiang kata-katanya yg sering mengucapkan kata-kata “Yanti belum pernah melakukan seperti ini sebelumnya ..” setiap saya berhubungan dgn dia dgn gaya yg lain.

Berawal dari situlah kami sering melakukan hubungan suami istri, dan itu selalu kami lakukan atas permintaan dari dia, aku sendiri tak pernah memintanya karena aku tak mau dia punya pikiran seolah-olah aku mengeksploitir dia. Dan sekarang Yanti yg kukenal jauh berbeda dari Yanti yg dulu, dia menjadi orang yg ramah dan selalu tersenyum kepada semua orang dilingkungannya.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET

Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
Februari 20, 2019 Posted by Tips Hoki No comments Posted in ,
Waktu itu saya ber usia 27 tahun, masih single lah, bukannya tidak laku lho tetapi memang saya masih ingin bebas. Kata orang, wajah saya cukup ganteng dengan badan atletis. Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya.

Cerita Sex Terpanas

Cerita Sex Menikmati Tubuh ABG Yang Sedang PKL


Cerita Sex TerpanasBekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi surat-surat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik surat-surat, karena memang saya cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor.

Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid.

Pagi itu sekitar pukul 09:00 saya sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tiba-tiba saya didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.

“Selamat pagi, Pak!” sapa mereka dengan kompak dan ramah.
“Pagi.., ada yang bisa saya bantu?” jawab saya dengan ramahnya.
“Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?”
“Oooh.. kalian dari sekolah mana?” tanya saya.
“Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah.”, kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada saya.
Lalu saya baca, di sana tertulis nama-nama mereka, setelah selesai saya menatap mereka satu persatu.
“Coba, saya ingin tahu nama-nama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki?” tanya saya sok pintar.
“Nama saya Lina Pak, yang ini Santi dan yang itu Vira Pak..”, mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer.

Baca Juga : Cerita Sex Helen Yang Liar di Ranjang


Si Lina memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya. Si Santi agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari teman-temannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulu-bulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imut-imut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B.

Wah.. pikiran saya jadi kotor nih (maklum walaupun saya tidak pernah berhubungan badan, tetapi saya sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih.

“Begini ya adik-adik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan saya tanyakan pada atasan saya dulu..”, kata saya,
“Nanti, seminggu lagi, tolong adik-adik kesini untuk menunggu jawaban.” lanjut saya sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya mereka pulang.

Saya menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan saya menyetujui dan saya lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti.
“Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka.” kata atasan saya.
“Tapi jangan diarahin yang ngga-ngga lho..” Saya agak bingung dibilang seperti itu.
“Maksud Bapak?”
“Iya, tadi saya sempat lihat, mereka cantik-cantik dan saya perhatikan mata kamu ngga lepas-lepas tuh.”
“Ah, Bapak bisa aja, saya ngga ada maksud apa-apa, kecuali dia mau diapa-apain.” kata saya sambil bercanda dan tertawa.
“Dasar kamu..”, jawab atasan saya sambil ketawa.
Memang, walaupun dia atasan saya tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan saya juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua.

Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu saya jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Lina dan Santi saya tugaskan di bidang lain, sedangkan Vira, saya suruh membantu pekerjaan di ruangan saya. Kebetulan ruangan saya tersendiri.

Memang sudah saya rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Vira yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu saya mengantar Lina dan Santi ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Vira saya suruh menunggu di ruangan saya. Setelah itu saya kembali ke ruangan.

“Apa yang harus saya kerjakan, Pak?” tanya Vira ketika saya sudah kembali.
“Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu saya mengetik beberapa nota.” sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.
“Dan tolong jangan panggil saya Bapak, saya belum Bapak-bapak lho, panggil saja Mas Dodi.” kata saya sambil bercanda.
“Baik Mas Dodi, tetapi tolong ajarkan saya mengetik, karena saya belum mahir menggunakan komputer.”

Saya mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah Vira tanpa sepengetahuannya. Saya berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit.

Bandar Judi Online Terpercaya

Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan saya berdiri tegak. Pikiran kotor saya keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini.

Di hari pertama ini, saya hanya bisa bertanya-tanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Vira adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Terkadang saya suka mengarahkan ke cerita yang porno-porno dan dia cuma tersipu malu.

Selama itu, saya juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Vira. Saya merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan saya akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga saya bebas berdua dengannya.

Pada hari ketiga, pagi-pagi Vira sudah datang dan kebetulan atasan saya sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan.

Inilah kesempatan saya untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor saya, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus.

“Gini aja Vir, kebetulan hari ini kayaknya kita lagi ngga ada kerjaan.. gimana kalau kita lihat berita-berita di internet?” kata saya mulai memancing.
“Kebetulan tuh Mas Dodi, tolong dong sekalian ajarin tentang internet!” pintanya, Nah kebetulan nih,
“Beres.. yuk kita masuk ke ruangan atasan saya, karena internetnya ada di ruangan bos saya.”
“Ngga enak mas, nanti ketahuan Bapak.”
“Kan Bapak lagi dinas ke luar kota, lagian ngga ada yang berani masuk kok selain saya.” jawabku sambil sebentar-sebentar melihat celana dalamnya yang terselip di antara pahanya.
Benda pusaka saya sudah tegang sekali, dan sepertinya Vira sempat melihat ke arah celana saya yang sudah berubah bentuk, tetapi cepat-cepat dialihkannya.

Lalu kami berdua masuk ke ruangan atasan saya sambil menutup, lalu menguncinya.
“Mas.. kenapa dikunci?” tanya Vira merasa tidak enak. “Sengaja.. biar orang-orang menyangka kita tidak ada di dalam. Lagian kan nanti ganggu kita aja.”
“Ih, Mas pikirannya kotor, awas ya kalau macam-macam sama Vira!” katanya mengancam tetapi dengan nada bercanda.
Lalu kami berdua tertawa, sepertinya dia tidak curiga kalau saya ingin macam-macam dengannya. Vira saya suruh duduk di kursi dan saya duduk di sebelahnya, di atas sandaran kursi yang diduduki oleh Suzy. Seperti hari-hari sebelumnya, saya dapat melihat dengan bebas paha dan payudara Vira tanpa sepengetahuannya.

Agar Vira tidak curiga, saya mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita.
“Vir.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanya saya mulai memasang strategi.
“Tahu sih dari teman-teman, tetapi saya ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet.. tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” katanya malu-malu.
“Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kata saya bercanda sambil memegang pundaknya dan dia diam saja sambil tertawa malu-malu.
“Kalau saya lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pinta saya.
“Mau sih, tetapi jangan dibilangin ke teman-teman Vira ya mas..! Kan malu.”
“Percaya deh, saya ngga bakalan nyeritain ke teman-teman kamu.”

Saya mulai membuka cerita porno
Vira mulai membacanya dengan penuh perhatian.

Lama-lama, saya pun melihat wajah Vira agak berubah dan sedikit gemetar serta agak menegang pertanda dia mulai terangsang, saya dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja saya lakukan dengan perlahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan saya ingin mengambil kesempatan.

Nampaknya mulai berhasil karena dia diam saja. Sedangkan kemaluan saya yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Vira membaca beberapa cerita lalu saya bukakan gambar-gambar porno.

“Iiih.. gambarnya fulgar banget Mas..”.
“Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kata saya mulai memancing.
“Kalau kamu mau, saya punya film-nya.” lanjut saya.
“Ngga ah, saya takut ketahuan orang.”, sepertinya dia masih takut kalau ada orang lain masuk.
“Percaya deh sama saya, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.”
“Nah kan Mas Dodi mulai nakal..”, katanya dengan nada menggoda dan membuat pikiran saya semakin jorok saja dan kamipun berdua tertawa.
Saya kemudian membuka VCD porno yang memang sengaja sudah saya siapkan di dalam CD Room komputer

Saya mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita di masuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Vira kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduknya mulai sudah tidak tenang.

“Kamu pernah lihat film ginian ngga Vir..” tanyaku padanya
“Belum pernah Mas, cuma gambar-gambar di majalah saja” jawabnya dengan suara agak gemetar. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut.
“Kalau gitu saya matiin saja, ya Vir? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya.
“Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian buat pelajaran, tetapi Vira jangan dimacem-macemin, ya Mas?” dia khawatir
“Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal dalam hati, si otong sudah tidak tahan.

Secara perlahan-lahan tangan saya mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan. Yang anehnya, dia diam saja ketika saya merapatkan duduknya dan saya pegang tangannya yang berbulu halus dan saya taruh di atas pahasaya. Matanya tetap tertuju pada adegan film dan suaranya memang sengaja saya buat agak keras terdengar agar lebih nafsu menontonnya.

Terdengar suara rintihan dan erangan dari di wanita, ketika kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. Kini Vira semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

agen judi online terpercaya

Tangan Vira tetap berada di atas paha saya, lalu tangan kiri saya mulai beraksi membelai rambutnya, terus ke arah lehernya yang jenjang. Vira kelihatan menggelinjang ketika lehernya saya raba.
“Acchh.. Mas Dodi, jangan, Vira merinding nih..” katanya dengan nada mendesah membuat saya semakin bernafsu.
Saya tetap tidak peduli karena dia juga tidak menepis tangan saya, malah agak meremas paha saya. cerita sex 

Tangan kiri saya juga tidak diam, saya remas-remas tangan kanan Vira dan sengaja saya taruh tepat di atas kemaluan saya.
“Vir, kamu cantik deh, kayak bintang film itu” kata saya mulai merayu.
“Masa sih Mas?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan saya. Dasar anak masih 17 tahun.
“Bener tuh, masa saya bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.”
“Ih.. Mas Dodi bisa aja” katanya malu-malu.

Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan Vira semakin keras memegang paha dan tangan saya.
“Kamu terangsang ngga Vir?” tanyaku memancing.

Dia menoleh ke arah saya lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya.
“Kalau Mas, terangsang ngga?” dia balik bertanya.
“Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik ” rayu saya, dan dia hanya tertawa kecil.
“Saya juga kayaknya terangsang Mas,” katanya tanpa malu-malu.

Melihat situasi ini, tangan saya mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan saya arahkan tangan kanan saya ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, saya jatuhkan ke atas pahanya dan saya raba pahanya dengan penuh perasaan. Vira semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit.

“Aaahh, jangan Mas, Vira takut, Vira belum pernah beginian, nanti ada orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan saya yang ada di atas pahanya yang sedang saya raba, sedangkan tangan kirinya memegang sandaran kursi.

Terasa sekali bahwa Vira juga terangsang akibat saya perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas

Saya yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Vira. Karena saya tahu bahwa dia sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kanan saya makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya.
“Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Vira semakin mendesah. cerita sex tante

Badan Vira makin menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada saya. Tangan kiri saya pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis.

Turun ke leher terus turun ke bawah dan membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan saya bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, saya remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan.
“Ooohh.. Maas Dodio.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” saya semakin bernafsu mendengar suara rintihannya menahan birahi yang bergejolak.

Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika saya semakin meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kanan saya yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang ketika saya pegang ternyata sudah basah.
“Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..”

Kepala Vira mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, saya cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Vira.

Lidah kami saling mengulum dan saya arahkan lidah saya pada langit-langit bibirnya. Semakin tidak menentu saja getaran badan Vira. Sambil berciuman saya pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan saya suruh dia untuk meraba batang kejantanan saya yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.

“Mmmhh.. mmhh..” saya tidak tahu apa yang akan dia ucapkan karena mulutnya terus saya kulum dan hisap. Segera saya lepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tangan saya membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Saya raba dan saya remas seluruh payudaranya.

Hal ini membuat Vira semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Vira menarik diri dari ciuman saya.
“Mas.. jangan diterusin, Vira ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya dia sadar akan perbuatannya.

Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan saya was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal saya sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. bandar judi online

Tetapi birahi saya yang tinggi telah melupakan segalanya, saya mencari akal agar Vira mau melampiaskan birahi yang sudah sampai ke ubun-ubun.
“Jangan takut Vir, kita kan ngga akan berbuat jauh, saya cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.”
“Tapi bukan seperti ini caranya.”
“Bukannya kamu juga menikmati Vir?”
“Iya, tetapi Vira takut kalau sampai keterusan, Mas!”
“Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.” Vira terdiam dan memandangi wajah saya, lalu saya membelai rambutnya. Saya tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia percaya akan kata-kata saya. Film telah habis dan saya mematikan komputer. Saya berdiri dan secara tiba-tiba, saya mengangkat tubuh Vira.
“Maass, Vira mau dibawa kemana?” dia berpegangan pada pundak saya.
Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok.
“Kita duduk di sofa saja.” Saya angkat Vira dan saya pangku dia di sofa yang ada di dalam ruangan bos.
“Vir kamu cantik sekali..” rayu saya dan dia hanya tersenyum malu.
“Boleh saya mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya.
“Tapi janji ya Mas Dodi ngga akan berbuat seperti di film tadi?”
“Iya saya janji” Vira terdiam lalu matanya terpejam.
Dengan spontan saya dekati wajahnya lalu saya cium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu saya cium bibirnya,ternyata dia membalas. Saya masukkan lidah saya ke dalam rongga mulutnya.

Birahinya mulai bangkit lagi. Vira membalas ciuman saya dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah saya. Tangannya meremas-remas kepala dan pundak saya. Ciuman berlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tangan saya tidak berbuat lebih jauh agar Vira percaya dulu bahwa saya tidak akan berbuat jauh.

Setelah saya yakin Vira sudah lupa, tangan saya mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya.
“Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya. Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan saya sentuh putingnya yang sudah mengeras.
“Aaahh.. aahh.. mmhh..” saya semakin meningkatkan kreatifitas saya.
Putingnya saya pilin-pilin. Badan Vira menggelinjang keenakan, bibir saya turun ke bawah, saya jilati lehernya yang jenjang.
“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Vira terus mengeluh keenakan membuat libido saya makin meningkat.
Kemaluan saya terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Vira. Lalu saya rebahkan dia di sofa sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu saya jilati payudaranya sebelah kanan.
“Maass Dodio..” Vira berteriak keenakan.
Saya jilati putingnya dan saya hisap dengan keras.
“Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.” agen judi online

Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri saya hisap. Seperti bayi yang kehausan, saya menyedotputingnya semakin keras. Vira makin menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri saya lalu mulai meraba pahanya, saya buka pahanya, terus tangan saya meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari saya menyentuh kemaluannya di atas celana dalam yang sudah basah. Awalnya dia bilang
“Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan,
“Oouughh Maass terruuss..” Saya masukkan jari tangan saya ke mulut Vira, lalu dihisapnya jari saya dengan penuh nafsu.
“Mmmhh..” mulut saya terus tiada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

Tangan saya terus menekan-nekan kemaluan Vira. Sambil saya hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri,saya masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya.
“Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Vira terus mendesah-desah.
Tangannya meremas-remas sofa. Setelah puas meremas-remas payudaranya, saya pegang dan saya tuntun tangannya untuk memegang kemaluan saya yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Vira diam saja di atas celana saya, lalu tangannya saya dekap di kemaluan saya. Lama-kelamaan Vira mulai meremas-remas sendiri kemaluan saya.

situ judi online terpercaya

“Oohh Vir.. enak Vir.. terus Vir..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali. Jari tangan kiri saya pun terus meraba kemaluannya, terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tangan saya tepat berada di atas vaginanya yang sudah sangat basah, saya tekan tangan saya dan jari telunjuk saya masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya.

Tubuh Vira semakin menggelinjang, pantatnya naik turun. cerita sex terpanas
“Maass, jangan Maas.. Vira ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh”
Saya tahu Vira akan mendekati klimak sebab tangannya mencengkeram erat kemaluan saya.
“Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Vira mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda dia telah mencapai klimak.
Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Saya kecup bibirnya dengan lembut, lalu matanya perlahan terbuka.
“Mas.. Vira sayang kamu.”
“Saya juga sayang kamu Vir”
Saya kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. Saya lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas saya hisap.
“Ihh.. Mas nakal, tete Vira dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi.
“Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat.
“Mas, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba.
Rupanya dia benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua.
“Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku.
“Iya, Vira pengen lihat, kayak apa sih?”
Tanpa pikir panjang, langsung saja saya buka celana panjang dan CD saya. Langsung saja kejantanan saya keluar dengan tegaknya. Ukuran punya saya lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Vira langsung terbelalak matanya melihat senjata saya yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.

“Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..”
Saya raih tangan Vira dan saya suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Vira agak gugup dan gemetar karena baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.
“Aah.. Vir enak banget, terus Vir.. ahh..”
Lama kelamaan Vira terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Saya remas-remas payudaranya.
“Mas, ahh.. Vira masih lemas.. ahh..”
“Vir, cium dong punyaku” pinta saya.
Langsung saja dia menciumi batang kejantanan saya, mungkin dia belajar dari film tadi.
“Terus Vir, emut Vir biar keluar aahh.. kamu pintar Vir.. emut Vir..” pinta saya lagi.
“Ngga mau, Vira ngeri, lagian ngga cukup di mulut Vira”
Posisi Vira duduk di sofa, sedangkan saya berdiri menghadap Vira. Saya remas buah dada Vira,
“Ahh Maass..”
Ketika dia membuka mulutnya, langsung saja saya masukkan batang kemaluan saya ke mulutnya dan saya keluar masukkan batang kejantanan saya.
“Mmmhh.. mmhh..” Vira sepertinya kaget, tetapi saya tidak peduli, justru Vira yang sekarang menyedot batang kejantanan saya.
“Aaahh.. Vir kamu pintar Vir.. terus ah.. enaak..”
Saya yang juga baru pertama kali berbuat seperti itu, sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga saya coba tahan. Vira rupanya sudah lupa diri, dia semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan saya, sedangkan kedua tangannya memegang pantat saya. cerita panas dewasa

Cepat sekali dia belajar. Saya membungkuk dan kedua tangan meremas paha Vira, lalu saya buka kedua belah pahanya, Vira mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera saya buka resleting roknya dan saya angkat roknya sehingga nampak CD yang berwarna putih. Tangan kanan saya segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah.

“Mmhh.. mmhh..” Vira menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak kesusahan. Saya buka baju seragam dan BH-nya, dia melepas kulumannya dan saya rebahkan tubuhnya di sofa panjang. Saya tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa, lalu saya membuka baju sehingga saya telanjang bulat alias bugil. Mata Vira terpejam, segera saya lumat bibirnya dan dia pun membalas.

Tangannya kirinya tetap memegang batang kejantanan saya dan tangan kanannya meremas-remas pundak saya. Sedangkan tangan kanan saya membelai-belai rambutnya dan tangan kiri tetap meraba CD Vira yang sudah sangat basah. Saya masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jari saya bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir.

“Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan saya langsung mengisap dan meremas-remas tetenya.
“Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya.
Tangan Vira meremas-remas burung saya yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Vira.

Segera saya buka celana dalamnya. Dan mulut saya mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan saya ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Vira meremas-remas rambut saya. Saya buka belahan vaginanya dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera saya jilat dan hisap kelentitnya.

“Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Vira mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu juga dengan saya. Saya sedot liang vaginanya yang masih perawan dan berwarna merah.
“Oouhh.. Mass, Vira ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Vira bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras.
“Aaahh..” Vira mencapai klimak yang kedua kalinya.
Saya hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya.

Kemudian tubuhnya kembali lemas, matanya terpejam. Segera saya buka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan saya tepat di liang vaginanya. Vira merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas.

“Mas.. jangan maass, Vira masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap terbuka lebar.
“Katanya Vira pengen ngelihat punya Mas keluar cairan.”
“Iya, tetapi Vira ngga pernah beginian, Vira ngeri dan takut sakit..”
“Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.”
Segera saya basahi batang kemaluan saya dengan ludah, setelah itu saya arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan saya tekan masuk, sempit sekali rasanya.
“Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menahan sakit
“Pelan-pelan Mas, sakit!” segera berhenti aksi saya mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, saya tekan sekali lagi.
“Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat.
“Tenang Vir, jangan tegang, nanti juga enak.”
Kemudian saya lumat bibir Vira, dan dia pun membalas, segera saya tekan lagi sekuat tenaga. Saya mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, saya coba lagi.
“Achh.. Mass Dodi, sakit!”
Saya tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras saya tekan kemaluan saya dan, “Bless..” torpedo besar saya masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya. cerita sex abg

kepala Vira mendongak ke atas menahan sakit, Saya diamkan beberapa saat, lalu saya tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan saya ke sarang Vira.
“Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” saya berhenti sebentar, lalu saya coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, semakin bertambah nafsu saya. Lalu saya tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan saya. Saya keluarkan pelan-pelan dan saya masukkan lagi dan seterusnya.

“Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..”
Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, saya percepat goyangan. Tangan saya meremas-meremas payudaranya.

“Ohh Vir.. kamu cantiik Vir..”
“Mass, teruss Mass, akhh.. Vira ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantat saya yang naik turun. Saya merasakan nikmat yang tiada tara. Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vital saya, rupanya saya akan segera klimaks.
“Maass.. oougghh Mass, Vira ngga tahaan.. oughh Mas Dodio.. aahh!” Vira berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air mani saya menyembur dengan deras ke dalam vagina Vira.
“Ooughh Vir saya keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma saya mengalir dengan kencang, tubuh saya bergetar dan berguncang hebat.

Tangan Vira mencengkeram erat pundak saya dan saya mendekap erat tubuh Vira yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan saya. Terasa hangat batang kemaluan saya. Banyak sekali cairan yang keluar.

Mata Vira terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantanan saya tetap di dalam kemaluannya.

Saya ciumi bibir dan seluruh wajahnya. Setelah itu saya lepas tubuhnya dan dari lihat batang saya dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, nampak Vira menitikkan air mata.

“Mas.. kenapa kita melakukan ini, Vira sudah tidak perawan lagi..” dia terus mengeluarkan air mata. Saya terdiam, dalam hati menyesal, mengapa saya sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan milik saya. Saya seka air matanya sambil mencoba menenangkannya.
“Maafkan saya Vir, saya lupa diri, saya akan mempertanggung-jawabkan perbuatan saya Vir.”
“Mas, peluk Vira Mas..” segera saya peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk saya dengan eratnya. Tubuh kami masih bugil,
“Vira sayang Mas Dodi”
“Saya juga sayang kamu” jawab saya.
Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya tetap mengalir, saya seka air matanya. Setelah puas saling berpelukan, kami segera memakai pakaian. Bercak darah Vira mengenai sofa atasan saya. Saya ambil sapu tangan dan mengelap hingga bersih.
“Mas, Vira mohon jangan ceritakan ini pada siapa-siapa!”
“Saya ngga akan cerita pada siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.”
Setelah semua rapih, kami kembali berpelukan. Setelah itu kami keluar dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang. casino online

Besok paginya, Vira datang duluan dan ketika saya masuk,
“Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali,
“Selamat pagi sayang”
Saya hampiri dia dan kecup keningnya lalu bibirnya. Dia membalas ciuman tadi. Ah, indah sekali hari ini. Vira masih PKL 2 minggu lagi.

Perbuatan kami kemarin bukan membuat kami insyaf, kami berdua melakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang pernah kami lihat di film BF.

Terkadang Vira saya suruh membolos dan janjian di hotel. Kami sering melakukannya dari pagi hingga sore. Ternyata Vira orang yang hiperseks dan gampang terangsang.

Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, kami tidak pernah menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, hubungan kami tetap berlanjut hingga akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di JBMBET! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di JBMBET

Cerita Sex,Cerita Bokep,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Bikin Sange.Cerita Tante Girang,Cerita Dewasa,Cerita Panas,Crita Nentot SPG,Cerita Sex Pramugari
JBM